Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Rabu, 18 Juli 2012

Kisah Hidup Bill Gates



William Henry Gates III atau yang dikenal dengan Bill Gates adalah bos dari perusahaan raksasa Microsoft. Kekayaannya dan kemampuan managerialnya membuat banyak orang berdecak kagum. Pensiun dari Microsoft, perhatian Bill Gates banyak terfokus pada keinginannya untuk membantu banyak orang dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Microsoft sendiri adalah perusahaan software terbesar dunia dan menguasai tidak kurang dari 80% pasar software dunia.
Bill Gates dilahirkan di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955. Bill Gates adalah orang terkaya dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), namun sejak 5 Maret 2008, ia berada di posisi ketiga setelah pebisnis AS Warren Buffett dan pebisnis Meksiko Carlos Slim Helu. Pada tahun 2010 Bill Gates menduduki posisi orang terkaya kedua versi majalah Forbes. Meski menduduki posisi kedua, Bill Gates adalah konglomerat termuda jika dibandingkan dengan Carlos ataupun Buffett.
Saat usianya baru 8 tahun, Bill Gates sudah menamatkan buku Ensiklopedia dunia yang menjadi bacaan ayahnya. Mengetahui sifat dasar Bill Gates yang haus ilmu dan suka matematika, maka orang tuanya mengirimkannya ke sekolah favorit, Lakeside. Sekolah ini merupakan sekolah elit. Di Lakeside, Bill gAtes bertemu dengan Paul Allen yang kemudian hari menjadi rekan bisnisnya di Microsoft. Bill Gates dan Allen adalah jenis nerd, keduanya cocok dan sama-sama menyukai komputer.
Bill Gates lebih muda 2 tahun dibanding Paul Allen. Pada usia 13 tahun, Bill Gates mengatakan bahwa "kita harus menjual sesuatu pada dunia lewat bisnis komputer. "Ia juga mengatakan "Saya akan menjadi konglomerat pada usia 30 tahun" sesumbar yang diucapkannya pada temannya yang kemudian terbukti beberapa tahun kemudian. Bill Gates sendiri merupakan tipe maniak yang sangat menyukai komputer, tampaknya ia lebih mencintai komputer ketimbang wanita.
Pada usia 13 tahun, Bill GAtes, Paul Allen, dan dua orang temannya menjdi tester sistem keamanan perusahaan Computer Center Corp, imbalannya, keempat bocah ingusan tadi bebas menggunakan komputer. Kesempatan yang sangat langka pada zaman itu.
Kemampuan Bill Gates semakin terasah, ia diminta untuk membuat program system pembayaran untuk information Science Inc. Bill Gates dan Paul Allen kemudian mendirikan perusahaan yang dinamai Traf-O-Data, ini adlaah perusahaan Bill Gates pertama sebelum Microsoft.
Mengetahui kebiasaan anaknya yang mulai tidak tertarik pada pelajaran sekolah. Orang tua Gates memutuskan bersikap tegas. Bill Gates harus menjauhi komputer selama beberapa bulan. dalam masa masa ini, ia banyak menghabiskan waktunya untuk membaca tokoh-tokoh dunia, seperti Napoleon, dan banyak tokoh lainnya. Dia ingin mengetahui seperti apa orang sukses mencapai impiannya. Ini adalah awal pembentukan karakter Gates. Kisah-kisah inspiratif yang dibacanya pada masa kecil itulah yang mewarnai motivasinya menjadi orang yang tidak mu kalah.
Masa-masa Bill GAtes tidak menyentuh komputer ternyata tidak berlangsung lama. Ia kembali kepada kebiasaan lamanya, mengotak-atik program. Semangat belajarnya yang sangat tinggi untuk mempelajari hal-hal baru telah membawa pada keputusan untuk mencari uang lewat keahliannya. Ia dan Paul Allen magang di perusahaan yang membutuhkan jasanya.
Pada waktu penerimaan mahasiswa baru, Bill gates diterima di kampus bergengsi Harvard dengan mengambil jurusan hukum. "Di sana saya ingin belajar kepada orang-orang yang lebih cerdas dibanding saya, tapi saya kecewa" nampaknya Bill Gates tidak menemukan keasyikan dalam kampus megah Harvard. Ia lebih tertarik untuk membicarakan komputer dengan temannya Paul Allen yang juga kuliah dengan setengah hati.
Pada tahun 1975, saat usianya 20 tahun, Allen menyodori majalah popular Electronics, di cover depan majalah tersebut terpampang komputer pribadi pertama bernama Altair 8800. Kedua anak ingusan itu lalu puny ide cemerlang. Bill Gates mengontak kantor Altair, dan mengatakan mereka punya software yang bagus untuk Altair. Bill Gates berbohong, pada waktu itu ia tidak punya apapun untuk dijual.
Altair tertarik dengan ide anak ingusan tersebut. Akhirnya Bill Gates, Allen dan satu karyawan yang direkrutnya mencari tempat kontrakan di AlBurquerque, New Mexico, tempat di mana Altair dibuat. Sebulan kemudian, ketiga bocak ingusan tersebut berhasil merampungkan proyeknya.
Setelah itu, ia dan Allen banyak mendapat order dari perusahaan lainnya seperti Commodore, Radia Shack, NCR, Texas Instrument. Apple juga membeli sebuah program bernama "Applesoft Basic" yang dibeli putus dengan harga 21.000 dollar AS. Saat Bill Gates berusia 23 tahun, omsetnya telah menyundul 1 juta dollar AS.
Intensitas diskusi Paul Allen dan Bill Gates sampai pada keputusan penting dalam sejarah bisnis industry dunia. Keduanya sepakat bahwa tidak lama lagi akan ada revolusi industri komputer. Keduanya harus bersiap-siap untuk merebut kesempatan emas ini. Keduanya memutuskan membuat perusahaan yang bernama Micro-soft, nama ini kemudian diperbaiki dengan menghilangkan tanda (-) menjadi Microsoft.
Waktu itu Apple berjaya dengan komputer dan program-programnya. Melihat kesuksesan Apple, IBM gerah dan ingin melumat Apple. Waktu itu IBM menganggap enteng potensi bisnis komputer pribadi. Meski IBM menggarapnya juga, tapi IBM tidak berfokus pada softwarenya, IBM menyerahkan proses penggarapannya pada Microsoft, perusahaan kecil yang baru saja berdiri.
Pada Juli 1980, tim eksekutif IBM yang bernama Jack Sams pergi menemui Bill Gates dikantor barunya di Seattle. Waktu itu ada remaja dengan rambut acak-acakan, baju tidak diseterika, kacamata yang ketinggalan zaman yang membukakan pintu dan bertemu dengan Sams. Sams mengira anak yang polos itu adalah seorang office boy. Setelah ditanya, di mana bosmu? anak itu menjawab "Saya Bill Gates.
Jack Sams jadi malu, ia tidak percaya kalau anak ingusan ini yang akan menjadi mitra kerjanya. Sejak saat itu, Jack bercerita pada banyak orang, "Ketika seseorang keluar untuk mengantar kami masuk, saya pikir orang yang keluar itu adalah office boy. Ternyata itu adlaah Bill, baguslah, saya akan beritahu anda atau siapa pun juga bahwa jika anda sudah bicara dengan Bill selama 15 menit, anda tidak akan peduli dengan usianya atau seperti apa penampilannya. Dia otak paling cemerlang yang pernah saya hadapi."
Keengganan IBM untuk membuat sendiri program dikarenakan IBM terlambat memasuki pasar komputer pribadi. Karena sudah terlambat, IBM tidak mau berlama-lama lagi. IBM mempercayakannya pada perusahaan mini yang masih sangat kecil yaitu Microsoft. Pertimbangan memakai Microsoft karena software mereka sudah dikenal cukup luas.
Saat Jack Sams dan timnya ke Microsoft, sebetulnya Bill Gates tidak punya produk apapun. Tapi ia punya ide nakal. Ia beli program sederhana bernama QDOS (Quick and Dirty Operating System) dari seorang programmer muda yang tinggal tidak jauh dari kantor Bill Gates. Microsoft membelinya dengan murah, yaitu 50.000 dollar AS. Microsoft mengganti nama QDOS dengan MSDOS dan memperbaiki programnya.
Bill Gates sangat girang mendapatkan konrak dengan IBM, ini berarti ia mendapat kartu sakti untuk memasarkan produknya ke seluruh dunia tanpa harus bersusah payah memikirkan distribusinya. 
Bill Gates ingin all out, ia mengatakan pada ibunya, kalau ia tidak akan bertemu dengannya selama 6 bulan. Bill Gates ingin fokus membuat yang terbaik sebisa yang ia mampu. Saat itu, Bill Gates hanya tidur selama 8 jam dalam satu minggu. Ia menghabiskan waktunya di kantor dengan para karyawannya.
Setelah Microsoft menyelesaikan programnya, ia melisensinya kepada IBM, tidak jual putus seperti yang dilakukan Microsoft kepada Apple. Sejak saat itu, Microsoft terus mencetak laba dan omzet yang menembus angka jutaan dollar. Orang yang berandil besar dalam kesepakatan antara IBM dengan Microsoft adalah Steve Ballmer. Kini Steve Ballmer adalah CEO Microsoft dan tangan kanan Bill Gates.
Di masa mudanya, Bill Gates lebih banyak menggunakan waktunya untuk bekerja, ia jarang sekali mengambil cuti untuk berlibur, karena ia menganggap libur adalah suatu tanda kelemahan. Asumsi libur tanda kelemahan adalah sebuah pemahaman Bill Gates bahwa dunia bisnis begitu keras. Ia tampak selalu waspada, agar para pesaingnya tidak mendekati apalagi mengejar Microsoft. Bill Gates sendiri pernah mengatakan, bahwa Microsoft selalu lebih unggul 2 tahun dibanding produk pesaing.
Bagi Bill Gates, keluarga adalah asset terbesarnya. Saat pindah ke apartemen, ayah, ibu dan neneknya ikut mengurus kepindahannya. Bill Gates sangat dengan dengan mamanya. Ia dikenal sebagai anak mama. Dalam launching produk baru, ibu Bill Gates selalu diperkenalkan di public. Betapa cintanya si anak kepada ibunya, pada saat ia mendengar ibunya meninggal, Bill Gates menangis dan meluncur dengan mobilnya dalam kecepatan yang sangat tinggi. Polisi mengejarnya. Setelah dibuka kaca pintu mobilnya, polisi mengenalinya, ia adalah orang terkaya dunia. Bill Gates menangis dan mengatakan ibu saya meninggal. Polisi tersebut langsung mengizinkan Bill Gates melanjutkan perjalannnya kembali.
Bersama istrinya, Bill Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, sebuah yayasan sosial filantropi yang menyediakan uang yang amat besar untuk beasiswa universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Bill Gates mendermakan lebih dari 50% kekayaannya.
Setelah mendermakan kekayaanya, anehnya Bill Gates malah semakin kaya, lihat saja penjualan game Microsoft yang bernama Game Halo Reach sangat sukses di pasaran, saat launching, hari pertama penjualannya menyundul angka 200 juta dollar AS. Jika dikurs dengan Rp 9.000, berarti omzet Microsoft hari itu adalah 1,8 triliun, ini hanya dari game belum produk-produk lainnya yang terus menawarkan kemudahan bagi konsumen.
Source : The Power of mimpi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar