Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Sabtu, 07 Juli 2012

Prancis, Negeri Minoritas Muslim Terbesar di Eropa



Prancis merupakan negara berpenduduk minoritas Muslim terbesar di benua Eropa. Hal itu terjadi akibat imigrasi masal kaum Muslim, terutama dari Maroko dan Aljazair, ke Prancis pada abad 20 dan 21, ditambah pertumbuhan warga Prancis yang memeluk Islam.
Banyak versi mengenai jumlah Muslim di Prancis. Menurut Departemen Negara Amerika, pada 2006 terdapat sekitar 10% Muslim di Prancis. CIA World Factbook menyatakan ada sekitar 5-10% populasi Muslim di Prancis. Tahun 2000, Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan ada 4,1 juta orang yang dilahirkan dalam keluarga Islam, dan sekitar 40.000 orang yang masuk Islam. Ada juga yang memperkirakan jumlah Muslim di Perancis 7 juta jiwa tahun 2009.

Menurut perkiraan pemerintah terbaru, sebagaimana dikutip situs BBC News, jumlah Muslim di Prancis mencapai enam juta orang atau hampir mencapai 10% dari seluruh populasi dan merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lain di Eropa Barat.
Kehadiran kaum Muslim di negara itu tampak terasa tiap hari Jumat. Kaum Muslim memenuhi masjid, bahkan jamaah shalat hingga meluber ke jalan raya, membuat politisi anti-Islam menyebutnya “penjajahan Islam atas Prancis”. Pemerintah yang khawatir akan perkembangan Islam berusaha “menghambat” dengan menerapkan larangan jilbab dan cadar di tempat umum.

Berbagai sumber menyebutkan, Islam berkembang di negara ini pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, tahun 1922, sebuah masjid berdiri sangat megah, bernama Masjid Raya Yusuf, di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 1.000 masjid berdiri di seantero Prancis. Namun, jumlah itu masih dirasa kurang karena jamaah Jumat selalu kekurangan tempat di dalam masjid, seperti di kawasan Belle Ville dan Barbes.
Tahun 1970-an para pelajar Muslim datang ke Prancis untuk menuntut ilmu. Kedatangan mereka menjadi faktor penting dalam mendorong penyebaran Islam dan berkehidupan Islami di negeri Napoleon Bonaparte ini.

Tahun 1985, diselenggarakan konferensi besar Islam yang dibiayai Rabithah Alam Islami (Organisasi Islam Dunia). Turut serta dalam konferensi itu 141 negara Islam dengan keputusan mendirikan Federasi Muslim Prancis.

Hasil konferensi dan terbentuknya federasi Muslim itu berhasil mempersatukan sebanyak 540 buah organisasi Islam di seluruh Prancis dan melindungi 1.600 buah masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan gedung-gedung milik umat Islam.

Organisasi itu merupakan gabungan dari tiga organisasi besar Islam di Prancis, yakni Masjid Paris, Federasi Nasional Muslim, dan Persatuan Organisasi Islam Prancis.
Seiring dengan berkembangannya agama Islam di negara Prancis, jumlah sarana ibadah dan kegiatan keislaman pun semakin meningkat. Menurut survei yang dilakukan kelompok Muslim Prancis, sampai tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1.554 buah. Mulai dari yang berupa ruangan sewaan di bawah tanah sampai gedung yang dimiliki oleh warga Muslim dan dibangun di tempat-tempat umum.

Perkembangan Islam dan masjid di Prancis juga ditulis oleh seorang wartawan Prancis yang juga pakar tentang Islam, Xavier Ternisien. Dalam buku terbarunya, Ternisien menulis, di kawasan Saint Denis, sebelah utara Prancis, terdapat kurang lebih 97 masjid, sementara di selatan Prancis sebanyak 73 masjid.
Ternisien menambahkan, masjid-masjid yang banyak berdiri di Prancis dengan kubah-kubahnya yang khas menunjukkan bahwa Islam kini makin mengemuka di negara itu. Islam di Prancis bukan lagi agama yang di masa lalu bergerak secara diam-diam. ”Masjid-masjid yang ada di Prancis kini bahkan dibangun atas tanah milik warga Muslim sendiri, bukan lagi di tempat sewaan seperti pada masa lalu,” ujarnya.

Tampaknya, pada tahun-tahun mendatang, jumlah masjid akan makin bertambah di Prancis. Awalnya, masjid-masjid yang ada di Prancis didirikan oleh orang-orang Muslim asal Pakistan yang bekerja di pabrik-pabrik di Paris. Mereka mengubah ruangan kecil tempat makan siang atau berganti pakaian menjadi ruangan untuk shalat. Terkadang, mereka menggunakan ruangan di asramanya sebagai sarana ibadah.
Jumlah Muslim Prancis diperkirakan terus berkambang. Sebuah penelitian Pew Center berjudul “The Future of the Global Muslim Population” memproyeksikan penduduk muslim Prancis diperkirakan mencapai rekor 10,3 persen dari total penduduk pada 2030 atau naik dari porsi sekarang yang 7,5 persen dari total penduduk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar