Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah
Tampilkan postingan dengan label Fakta Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

Proses Penemuan Fotosintesis

 


Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (2)  Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan[, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (3)
(QS Ar Ra’du: 2-3)
proses fotosintesis
Gb. Bagan proses fotosintesis . Sumber: dari sini
Apabila saat udara terik pada siang hari, kamu berdiri di dekat pohon yang rindang apakah yang kamu rasakan? Kamu akan terasa sejuk, bukan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Suasana sejuk itulah sebagai dampak dari proses fotosintesis pada tumbuhan. Dalam proses fotosintesis akan menghasilkan oksigen yang berguna bagi makhluk hidup. Akan tetapi apakah para ilmuwan langsung menemukan proses fotosintesis ini? Ternyata tidak. Penemuan fundamental ini bertahap dan berlangsung selama 100 tahun lebih
Fotosintesis dari Masa ke Masa
Pada awalnya, orang menganggap bahwa akar “memakan” tanah, seperti yang dikemukakan Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari dalam tanah, yang berasal dari hasil penguraian organisme yang telah mati.  Berikut ini adalah percobaan-percobaan yang mendasari penemuan fotosintesis
Pada abad ke-17 ketika Jan van Helmont, seorang dokter dan ahli kimia menyatakan bahwa pertumbuhan tumbuhan disebabkan adanya air dan bukan tanah.
Pada tahun 1772, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta, melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Priestley melakukan eksperimen bahwa jika di dalam tabung tertutup diletakkan tikus dan tumbuhan, tikus tetap hidup. Selanjutnya, kita mengetahui bahwa tumbuhan menggunakan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh hewan, dan hewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan.
Pada tahun 1779, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, dengan percobaan menggunakan tanaman air Hydrilla verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut terkena cahaya, timbullah gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi. Hal ini membuktikan bahwa pada proses fotosintesis menghasilkan oksigen.
Jean Senebier (1782), menyebutkan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida yang merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1482, Julius Robert Mayer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi kimia.
Julius Von Sachs (1860) membuktikan bahwa pada fotosintesis akan terbentuk karbohidrat (amilum). Frederick Blackman (1905) menunjukkan bahwa pada proses fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya. Robert Hill (1937) berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah dipisahkan dari sel hidup. Kloroplas tersebut jika disinari mampu menghasilkan oksigen.
Demikianlah perjalanan proses fotosintesis hingga hari ini. Perjalanan panjang para kaum intelektual untuk menjawab pertanyaan besar yang menggelisahkan mereka, sehingga terus berpikir dan bekerja agar dapat menjawabnya. Dengan menjawab pertanyaan tentang alam, semakin nyatalah kebesaran Tuhan, Alloh SWT.

Selasa, 30 Oktober 2012

Rahasia Keajaiban dan Khasiat Air Zam Zam yang Mengagumkan!!

Rahasia Keajaiban dan Khasiat Air Zam Zam yang Mengagumkan | Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir. 

  • Berapa Juta Liter air zam zam?
Berapa banyak air zam-zam yang di “kuras” setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru
dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!.

Keanehan dan keajaiban air Zam zam
 

Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium - laboratorium di Eropah untuk ditest.

Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Penelitian menunjukkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Itulah yang mencengangkan.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.

Sumur Zam zam
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.

Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar.

  • Air Zam Zam Mengandung zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.
Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.

  • Air Zam - Zam Bisa Menyembuhkan Penyakit
Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”. Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Makah.

1. Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.

2. Zamzam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.

3. Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman.

4. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kering sepanjang zaman.

Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zamzam ketika pulang ke negaranya sebab zamzam itu bisa sebagai obat untuk suatu penyembuhan. Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zamzam.

Molekul Air Apakah Ini?


Di sebuah hotel di kota Kualalumpur, Malaysia, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang, memaparkan hasil risetnya mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True Power of Water.” Sejumlah slide kristal molekul air dari berbagai sumber, seperti air dari mata air, sungai, laut, telaga dsb. ditayangkan pada kesempatan itu.

Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak teratur, kecuali molekul air zam-zam. Susunan molekul air zam-zam berstruktur sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna jika dibekukan. Rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah, cemerlang berkilau dan penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia. Ada satu kristal air yang nampak paling indah dan cantik, berbentuk seperti bunga atau cakra, bagaikan bertahta berlian mutu manikam, berkilau-kilau memancarkan belasan warna. “Molekul air apakah ini?” Tanya Masaru Emoto. Suasana mendadak senyap, hadirin nampak terpana dan tak tahu persis kristal molekul apa gerangan. Namun tiba-tiba seorang dosen dari Universitas Malaysia mengacungkkan tangan, “mungkin itu adalah molekul air Zam zam.” Katanya.Dr. Masaru Emoto balik bertanya, “mengapa Anda berpendapat bahwa itu adalah molekul air Zamzam?”Kata dosen itu, “Sebab air Zamzam adalah air yang paling mulia di dunia ini, jadi wajar kalau ia memiliki molekul berupa berlian yang berpendar indah.”Ternyata dugaan dosen itu benar. Itu memang air Zamzam. Penelitian Dr. Masaru Emoto telah menunjukkan bahwa air Zam zam memiliki molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya.

“Sebaik-baik air di muka Bumi adalah air Zam zam, di dalamnya ada makanan yang mengenyangkan dan obat yang menyembuhkan penyakit.” (Thabrani dan Ibnu Hibban). Maha suci Allah Ta’ala dengan segala ciptaannya.

Sabtu, 07 Juli 2012

Fakta Alam semesta diliputi Kegelapan


Oleh Dr. Mohamad Daudah

Apa kata ilmu pengetahuan modern tentang kegelapan alam semesta?
Ketika pesawat ruang angkasa pertama diluncurkan untuk pertama kalinya, lalu ia kembali dengan membawa temuan-temuan, salah satu penemuan yang paling penting adalah bahwa seluruh alam semesta ini benar-benar tenggelam dalam kegelapan. Foto-foto bumi dari bulan menunjukkan bahwa bumi tergantung dalam kegelapan. Bahkan gambar matahari menunjukkan bahwa ia tergantung di dalam kegelapan alam semesta.
Jadi bagaimana cahaya dapat diproduksi di bumi hari ini, dan apakah ada referensi tentang hal ini di dalam Alquran? Bumi ditelan oleh kegelapan alam semesta, hanya lapisan tipis cahaya dapat dilihat.

Hal ini telah menjadi pengetahuan ilmiah bahwa cahaya berjalan dari matahari ke bumi tak terlihat, hanya berubah menjadi cahaya ketika mulai menembus atmosfer kita, di mana uap air dan benda-benda kecil padat menggantung di atmosfer. Inilah yang membantu mencerminkan sinar tak kasat mata sehingga menjadi cahaya. Matahari, bersama dengan bintang-bintang, terlihat seperti titik-titik biru ketika kita berada di luar atmosfer, karena alam semesta benar-benar tertelan dengan kegelapan.

Jadi itu menjadi fakta bahwa lapisan tipis yang mengelilingi bumi berperang untuk menghasilkan cahaya.
Dr Alfandi, seorang Mesir yang ahli dalam bidang ini, mengatakan bahwa sinar matahari tidak dapat dilihat kecuali lewat udara dan partikel debu ketika menembus atmosfer. Hal ini menjelaskan mengapa sinar matahari tidak dapat dilihat di luar angkasa dimana tidak ada atmosfer, apalagi seluruh alam semesta benar-benar gelap, bahkan pusat matahari gelap meskipun suhu tinggi. Sinar perjalanan dari pusat matahari tak terlihat dan hanya dapat dibedakan menjadi cahaya di lapisan luar matahari kemudian perjalanan ke bumi tak terlihat dan hanya dapat dilihat ketika menembus atmosfer. Al-Qur’an pada 1400 tahun sebelum sains telah mengisyaratkan fakta-fakta ini:

Kompatibilitas antara Sains dan Quran
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir.’” (QS Al Hijr [15]: 14-15)

Kata-kata yang ditebalkan merujuk kepada kegelapan di alam semesta. Astronot pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa, saat menjelaskan kegelapan alam semesta, menggunakan kata-kata yang sama suci Al-Quran: Seakan mataku tertutup atau aku berada di bawah mantra sihir.
Fakta yang sama ditekankan dalam banyak ayat lain dengan beberapa tambahan ilmiah. Tuhan berfirman dalam Alquran yang artinya:

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.” (QS An-Naziat [79]: 27-29)

Setelah cembaca ayat di atas, Anda akan melihat empat pernyataan ilmiah yang sepenuhnya selas dengan penemuan-penemuan ilmiah:
Kalimat “Allah telah membangunnya” adalah bukti lain tentang alam semesta sebagai sebuah bangunan. “Dia meninggikan bangunannya” adalah bukti tentang perluasan alam semesta. Kalimat “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita” merujuk pada penciptaan alam semesta dalam kegelapan yang berturut-turut. Kata ganti "nya" kembali kepada alam semesta, sehingga kita dapat mengatakan bahwa ayat ini mengacu pada kegelapan alam semesta. Lapisan siang mengubah cahaya matahari yang tak terlihat menjadi cahaya yang terlihat.

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya,” (QS As-Syams [91]: 1-5)

Ayat luar biasa ini mengungkapkan satu fakta yang menakjubkan yang baru dicapai pada beberapa dekade terakhir. Menurut ayat ini bukan matahari yang membuat hari bercahaya indah. Lalu apa? Ayat ini mengatakan adalah hari (atmosfer) yang membuat cahaya matahari terlihat atau cahaya. Hal ini secara ilmiah diketahui bahwa " lapisan hari" adalah yang membuat matahari terlihat dan itu juga. Jadi Alquran sejalan dengan ilmu pengetahuan.

Jadi, menurut Dr Nohammed Gamal Al-Fandy, lapisan hari itu sangat sangat tipis (200 km) dan ia memisahkan kegelapan alam semesta dari kita.
Al-Qur’an menyesuaikan ukuran lapisan hari dengan ukuran alam semesta.

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.” (QS Yasin [36]: 37)

Ayat ini menekankan pernyataan ilmiah yang telah dibahas sebelumnya, bahwa kegelapan merupakan alemen yang dominan. Ayat tersebut menyamakan kegelapan dengan menyembelih hewan dan hari terang dengan kulit hewan disembelih.

Cahaya matahari, karena disamakan dengan kulit binatang yang disembelih, begitu tipis dibandingkan dengan kegelapan alam semesta yang disamakan dengan tubuh besar binatang yang dibandingkan. Jadi, Anda dapat membayangkan kegelapan

Jumat, 06 Juli 2012

Bumi Tercipta Lebih Dulu Daripada Langit, Sebuah Pernyataan Al-Qur'an

Membahas mengenai asal muasal alam semesta selalu dapat menjadi topik yang menarik karena disinilah kesesuaian antara agama dan ilmu pengetahuan di uji. Agama mungkin menyatakan, akan tetapi ilmu pengetahuan yang akan membuktikan. Setiap kitab suci mungkin menceritakan mengenai bagaimana penciptaan alam semesta, karena dari penciptaan alam semesta itulah semua yang berada di alam "fana" ini bermula, baik dimensi ruang maupun waktu.

Ilmu pengetahuan saat ini sendiri belum dapat sepenuhnya mengungkapkan seluruh proses penciptaan alam semesta dengan bukti-bukti ilmiah, akan tetapi sudah banyak data mengenai alam semesta ini yang diyakini kebenarannya disertai dengan bukti-bukti secara ilmiah, seperti awal keberadaan alam semesta yang berasal dari ledakan besar (big bang), kemudian umur bumi, matahari, bulan, dan bintang-bintang pun telah dapat ditentukan dengan ilmu pengetahuan saat ini.

Al-Qur'an, dalam hal ini, memuat banyak ayat mengenai penciptaan langit dan bumi. Disini Al-Qur'an, sebagaimana pula kitab suci lainnya yang diklaimkan berasal dari Tuhan Yang Maha Sempurna dan Maha Tahu,  harus mau "mempertaruhkan" dan mempertanggung-jawabkan kebenarannya mengenai penciptaan alam semesta (baca : langit dan bumi) dengan cara membandingkannya menggunakan  data-data ilmu pengetahuan saat ini.

Enam hari, delapan hari atau 13.5 milyar tahun ?

Salah satu perbedaan besar antara data ilmu pengetahuan dengan kitab-kitab agama adalah masalah waktu penciptaan. Di mana data ilmu pengetahuan menunjukkan alam semesta tercipta 13,5 milyar tahun yang lalu dan bumi tercipta 4,5 milyar tahun yang lalu, kitab-kitab agama merujuk penciptaan alam semesta dalam hitungan hari, termasuk pula dalam hal ini Al-Qur'an.

Al-Qur'an menggunakan kata "ayyam" dalam menerangkan penciptaan langit dan bumi. "sittati ayyam" berarti enam hari, digunakan dalam 7 ayat Al-Qur'an berikut :
[7:54] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy ...
[10:3] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan...
[11:7] Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa)...
[25:59] Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari (masa), kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy ...
[32:4] Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy ...
[50:38] Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari (masa), dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan...
[57:4] Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy ...
Ketika dihadapkan dengan fakta-fakta yang ada, 6 hari dibandingkan milyaran tahun, maka apakah Al-Qur'an dalam hal ini salah ? "Imani saja, wahyu selalu lebih benar daripada ilmu. Belum tentu ilmu pengetahuan benar" mungkin bisa dijadikan alasan bagi sebagian orang yang mengedepankan wahyu. "Al-Quran memang tidak ditujukan sebagai kitab ilmu pengetahuan, tetapi sebagai kitab petunjuk hidup", adalah jawaban lain yang sering kita dengar. Ya, memang benar ilmu pengetahuan belum mengungkapkan keseluruhan proses penciptaan, tapi sudah dapat mengungkapkan umur alam semesta dan umur bumi, matahari dan bulan, yang tentu saja berselisih tidak dalam hitungan hari. Jadi, apakah Al-Qur'an dalam ini salah ?

Untungnya, Al-Qur'an memberikan petunjuk, mengindikasikan bahwa "ayyam" (jamak) atau "yaum" (tunggal) apabila disebutkan dalam Al-Qur'an tidak harus berarti 24 jam.
[70:4] Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun
[32:5] Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu
Dalam hal ini Al-Qur'an menyatakan, dalam kaitannya dengan "langit dan bumi" (baca : alam semesta), satu hari bisa berarti berapapun menurut perhitungan kita. Oleh sebab itu, "ayyam" pada "sittati ayyam" dapat di terjemahkan sebagai "enam periode" atau "enam masa", wallahu a'lam.

Mengapa Al-Qur'an tidak langsung mengatakan "langit dan bumi di ciptakan dalam enam hari, yang sehari kadarnya sama dengan dua milyar tahun menurut perhitunganmu", misalnya ?

Pertama, penulis sendiri tidak yakin kata "milyar" sudah dikenal pada jaman Nabi Muhammad dimana Al-Qur'an diturunkan.

Kedua, Allah membiarkan manusia yang menemukan sendiri satu hari yang disebutkan itu kadarnya berapa tahun, sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Adapun lamanya tiap masa dalam enam masa tersebut, bisa saja tidak sama satu sama lain, dimana tiap masa dibandingkan dengan masa yang lain lamanya menurut perhitungan manusia di bumi dapat berbeda-beda, ataupun  dapat pula sama akan tetapi relatif dari mana pengamatan "masa" atau "waktu" tersebut dilakukan, wallahu a'lam. Yang pasti, "masa" atau "hari" disini tidak berarti 24 jam waktu bumi.

Masalah lain timbul dan menjadi pertanyaan ketika seseorang membaca surah Fushshilat ayat 9-12 :
[41:9] Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam"
[41:10] Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
[41:11] Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
[41:12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Keempat ayat di atas menceritakan mengenai penciptaan langit dan bumi dalam delapan masa. Dua masa penciptaan bumi, empat masa pemberkahan bumi, dua masa penciptaan langit. Dua ditambah empat ditambah dua sama dengan delapan. Sementara di tujuh ayat lain Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, di surah Fushhilat 9-12 ini Allah mengatakan prosesnya adalah dua tambah empat tambah dua. Apakah Al-Qur'an salah ?

Kuncinya adalah pada ayat ke sepuluh surah Fushhilat di atas. Terjemahan kata per kata dari ayat ke-10 tersebut adalah :

"Dan dia meletakkan baginya gunung-gunung yang kokoh di atasnya, dan Dia memberkahinya, dan menetapkan baginya rezekinya, dalam empat masa total, bagi mereka yang bertanya".

Perhatikan kata total yang merupakan terjemahan dari "sawa-an". "sawa-an" dalam bahasa arab berarti "menyamakan", "sama dengan (equal)" , "total", atau "keseluruhan". Orang yang hanya berpatokan pada terjemahan mungkin akan merasa bingung, akan tetapi Al-Qur'an dengan jelas mengatakan bahwa empat masa itu adalah totalnya.

Penggunaan kata "sawa-an" dalam Al-Qur'an mengindikasikan bahwa proses pemberkahan dan pemberian rezeki bagi bumi memakan waktu dua masa, yang apabila digabung dengan penciptaan bumi dari awal, total keseluruhannya adalah empat masa. Juga mengindikasikan bahwa, karena itu total, belum berarti berurutan. proses penciptaan bumi dan pemberkahannya dalam empat hari belum tentu berurutan. Merupakan satu paket, ya, tapi belum tentu satu paket tersebut dalam waktu yang berurutan, karena Fushshilat ayat 9-10 disini sebetulnya berfokus pada penciptaan bumi dalam yang disebutkan di ayat ke-9. Jadi tidak ada pertentangan di sini. Semuanya tetap mengacu kepada enam masa penciptaan.

Langit atau bumi yang terlebih dahulu diciptakan ?

Beberapa orang meyakini apa yang dikatakan Al-Qur'an, mengatakan bahwa bumi-lah yang terlebih dahulu diciptakan daripada langit (berarti termasuk matahari, bulan, dan planet-planet), berdasarkan surah Fushshilat ayat 9-12 di atas.

"Telah jelas di dalam keempat ayat tersebut Allah mengatakan bahwa penciptaan langit terjadi sesudah penciptaan bumi", begitulah argumen mereka, dengan menyertakan ayat lain yang mendukung :
[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia berkehendak (menuju) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Sementara menurut data ilmu pengetahuan mengatakan bahwa matahari diciptakan 4.57 milyar tahun yang lalu, bumi 4.567 milyar tahun yang lalu, dan bulan 4.53 milyar tahun yang lalu. Bahkan alam semesta diperkirakan mulai tercipta 13.7 milyar tahun yang lalu. Berarti secara ilmu pengetahuan, langit diciptakan terlebih dahulu daripada bumi.

Jadi manakah yang benar, Al-Qur'an ataukah ilmu pengetahuan ?


Proses Pembentukan Alam Semesta

Segalanya berawal dari suatu ledakan besar (big bang), tidak diragukan lagi, begitulah pendapat mayoritas ilmuwan saat ini. Dari big bang segalanya berawal, menurut mereka. Dan begitu pula yang disebutkan oleh Al-Qur'an tentang penciptaan, begitulah masa pertama penciptaan dimulai dengan suatu ledakan besar :
[21:30] Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya (fataqnahunna).
Fataqnahunna (Kami pisahkan mereka), berasal dari akar kata fataqa, yang artinya menurut Lane's Lexicon Arabic-English adalah memisahkan (disjoined), mencerai beraikan (disunited), atau memisahkan dengan cara merusak strukturnya (unstitch). Al-Anbiyaa (21) ayat 30 di atas, menerangkan bahwa langit dan bumi pada mulanya adalah sesuatu yg satu, satu entitas, tidak ada yang namanya langit dan tidak ada yang namanya bumi, masih merupakan suatu kesatuan. Entitas ini yang kemudian di fataqa, dipisahkan, yang mengakibatkan suatu ledakan besar (big bang).

Pertanyaan selanjutnya muncul : apakah yang kemudian dibentuk menurut Al-Qur'an ? Penciptaan langitkah, atau penciptaan bumi ?

Sebelum membahas itu, perlu diingatkan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada masa dimana mayoritas penduduk bumi menganut paham geo-sentris, bumilah pusat alam semesta dan semuanya mengelilingi bumi. Bahkan hampir semua orang saat itu menganggap bahwa bumi itu datar.

Mengatakan bahwa langit  diciptakan terlebih dahulu daripada bumi mungkin akan memperoleh banyak cemoohan. Bagaimana mungkin bumi yang menjadi pusat alam semesta di ciptakan setelah langit. Sepatutnyalah bumi sebagai pusat diciptakan terlebih dahulu sebelum langit, matahari, bulan, bintang dan yang lainnya, sebagaimana logikanya, fondasi sebuah bangunan harus diciptakan terlebih dahulu sebelum atap-atapnya.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Benar, akan tetapi Allah menggunakan istilah yang dapat diterima pada masa itu, namun dapat dibuktikan kebenarannya di masa yang akan datangnya, wallahu a'lam. Perhatikan bahwa berbicara tentang penciptaan dalam enam masa, Allah selalu mengatakan "langit dan bumi", bukan "bumi dan langit". Surah Ath-Thaahaa (20) ayat 4 di sebutkan tentang "bumi dan langit" (dimana "bumi" disebut terlebih dahulu) tetapi bukan dalam kaitannya dengan penjelasan penciptaan dalam enam masa. Untuk surah Ath-Thaahaa ayat 4 ini akan ada pembahasan lebih lanjut di bawah. Seperti halnya Allah selalu mengatakan "malam dan siang", bukan "siang dan malam", karena malam lebih dulu ada daripada siang. Dan juga "matahari dan bulan", bukan "bulan dan matahari", karena matahari telah ada lebih dulu daripada bulan.

Perhatikan pula pada surah Fushhilat ayat 11 :
[41:11] Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Dalam memahami Al-Qur'an lebih jauh, selalu mengacu kepada redaksi aslinya. Terjemahan kata per kata dari ayat 11 ini adalah : "Kemudian (tsumma) Dia pergi menuju langit (samaa-i) dan dia berupa asap (hiya dukhaanun) ..."

"tsumma" disini berarti kemudian, berfokus kepada ayat ke-9, yaitu setelah penciptaan bumi, bukan ayat-10 (setelah pemberkahan bumi). Di atas telah diuraikan bahwa penggunaan kata "sawa-an" (total/keseluruhan) dapat mengindikasikan sesuatu yang tidak berurut. Jadi ayat 10 menjelaskan ayat 9, dan ayat 11 melanjutkan ayat 9.

Perhatikan pula Allah menggunakan kata "samaa-i", langit bentuk tunggal. "Kemudian Allah menuju langit (tunggal)", menjelaskan bahwa pada saat itu langit sudah ada. Jadi, dalam rangka proses penciptaan bumi, termasuk di dalamnya adalah  proses penciptaan langit pertama (yang pada saat itu belum disebutkan sebagai "langit pertama" atau "langit dunia" karena hanya ada satu lapis langit). Mengapa ? karena proses penciptaan langit pertama (galaksi-galaksi pertama, matahari dan sebagainya) ini sebelum bumi, sangat penting peranannya bagi penciptaan bumi itu sendiri, dalam menciptakan keseimbangan yang sempurna. Tetapi dijelaskan pula, pada saat bumi terbentuk, langit pertama itu sebagian besar masih merupakan asap (gas) yang panas. "Dukhaanun" merupakan bentuk indefinitif dari al-dukhn yang berarti "asap yang berasal dari api" dengan kata lain panas. Kata "gas" pada jaman Nabi Muhammad belum diketahui, sehingga Allah menggunakan kata dukhaan untuk menunjukkan sebagian besar alam semesta masih merupakan gas yang panas.

Di ayat ke dua belasnya Allah mengatakan :
[41:12] faqadahunna sab'a samaawaatin fi yaumayni ...
"fadahunna" berarti "dan di lengkapi bagi mereka". Mereka disini adalah "langit" (samaa-i) dan "bumi" (ardh-i). Berarti langit dan bumi saat itu sudah ada, akan tetapi Allah melengkapi bagi keduanya dengan menjadikan samaa-i menjadi sab'a samaawaatin. Di ayat ke 12 ini juga Allah menerangkan bahwa di langit terdekat (samaa-i duniya) Allah memberikan lampu-lampu. Berarti dalam proses ini Allah memperbanyak pengadaan (menghias dengan) bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya yang sebelumnya masih berupa gas yang panas. Bukan berarti sebelumnya tidak ada bintang, akan tetapi bintang-bintang di awal penciptaan tidak sebanyak setelah penciptaan sab'a samaawaatin, karena bintang-bintang di awal penciptaan berfokus untuk kepentingan penciptaan bumi, dimana sebagian besar benda langit masih berupa gas, termasuk juga bumi, telah di bentuk bulat akan tetapi masih berupa gas, wallahu a'lam.
[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia berkehendak (menuju) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dalam Al-Baqarah ayat 29 ini juga Allah mengatakan "tsumma istawaa' ila as-samaa-i fasawwahunna sab'a samaawaatin" yang diartikan "kemudian Dia pergi menuju langit (samaa-i) dan dijadikannya tujuh langit (sab'a samaawaatin), berarti langit sebelumnya sudah ada, tetapi belum menjadi tujuh langit.

Tunggu dulu, apakah Al-Baqarah ayat 29 ini menjelaskan bahwa pembentukan tujuh langit setelah Allah menciptakan segala sesuatu di bumi ? Jawabannya adalah Ya dan Tidak. Perhatikan penggunaan kata untukmu (lakum) dan semuanya (jamii'an) pada ayat ini. Berarti Al-Qur'an menyatakan, setidaknya pada zaman ketika ayat itu turun, bahwa semua yang ada di bumi (dari dulu, sampai saat itu, dan dimasa yang akan datang, semuanya) adalah untuk kebutuhan manusia.

Jadi lebih tepat jika dikatakan bahwa ayat ini menerangkan bahwa Allah mengkondisikan bumi sehingga bumi beserta isinya nantinya dapat menjadi tempat yang mampu dihuni dan diolah oleh manusia. "Dialah Allah yang menciptakan apa-apa yang ada di bumi untuk kamu semuanya", bukan berarti saat itu telah terbentuk semuanya di bumi, akan tetapi bumi pada awal penciptaan semuanya dirancang sedemikian rupa untuk mendukung kehidupan manusia, ukurannya, struktur inti buminya, elemen-elemen pembentuknya, semuanya dipersiapkan demi kepentingan manusia, yang akan memasuki masa pemberkahan.

Masa pemberkahan itu sendiri di jelaskan di ayat yang lain beserta dengan penjelasan proses-sebelumnya, yang merangkum keseluruhan proses penciptaan, yaitu di surah An-Naazi'aat ayat 27-32 :
[79:27] Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit (samaa-u)? Allah telah membangunnya
[79:28] Dia telah meninggikan bangunannya dan menyeimbangkannya
[79:29] Dia menggelapkan malamnya dan nenampakkan cahaya pagi-nya (dhuhaha)
[79:30] Dan bumi setelah itu di hamparkan-Nya (dahaha)
[79:31] Ia mengeluarkan daripadanya mata airnya, dan tumbuh-tumbuhannya.
[79:32] dan gunung-gunung, dikokohkan-Nya

Dari Surah An-Naazi'aat dapat kita lihat :
  1. Ayat ke-27 menjelaskan mengenai penciptakan langit pertama dan bumi. Darimana kita tahu bahwa ayat ke-27 menjelaskan mengenai penciptaan bumi juga ? Ini kaitannya dengan ayat ke  29. Adanya malam dan siang terjadi setelah ada bumi. Jadi ayat ke-27 sebetulnya menyatakan dua masa penciptaan bumi yang disebutkan di surah Fushshilat ayat 9. "Allah telah membangunnya". Sebagaimana Allah menyebutkan "langit pertama sudah terbentuk saat bumi terbentuk, karena terciptanya langit pertama sebelum bumi diperlukan dalam penciptaan bumi itu sendiri" secara tersirat di Q.S Fushshilat 9-12, di surah An-Naazi'aat ini pun secara tersirat Allah menyatakan bahwa "bumi pun terbentuk ketika langit pertama telah terbentuk". Langit pertama adalah fondasi bagi pembentukan bumi, dan dimasa ini sebagian besar benda langit masih merupakan gas panas, termasuk pula matahari dan permukaan bumi.
  2. Ayat ke-28 adalah proses penciptaan "sab'a samaawaatin", dimana saat itu Allah meninggikan langit dengan cara menjadikannya menjadi tujuh langit, dan menyeimbangkan semua benda-benda langit sehingga tidak cenderung saling betubrukan dan semuanya berjalan dengan keseimbangan yang sempurna. Juga dengan "menghiasi langit dengan lampu-lampu" (baca : komet, meteor, bintang, dsb) sehingga memperkokoh keseimbangan langit. Tujuan penciptaan "lampu-lampu" ini tidak lain agar menjadi "tiang yang tidak terlihat" yang disebutkan Allah dalam surah Ar-Rad ayat 2 : "[Q.S 13:2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat..." . Proses ini masuk dalam dua masa penciptaan tujuh langit (sab'a samaawaatin). Termasuk pula di bagian akhir dua masa penciptaan tujuh langit ini (atau dapat pula di awal dua masa pemberkahan bumi, wallahu a'lam) ini matahari telah terbentuk menjadi sempurna.
  3. Kemudian memasuki memasuki masa-masa awal  dua masa proses pemberkahan bumi. Ayat ke-29 menjelaskan tentang penciptaan lapisan-lapisan Atmosfer. sudah dijelaskan bahwa siang dan malam terjadi bukan karena adanya matahari, akan tetapi karena adanya atmosfir yang mengubah "dhiyaan" (sinar) matahari, menjadi "dhuhaa" (cahaya pagi), sehingga siang hari di bumi terang dan berwarna biru. Telah diketahui bahwa atmosfir bumi pun terdiri atas tujuh lapis. Dari sudut pandangan manusia di bumi, awan, atmosfir, matahari, bulan, bintang, semuanya berada di "langit", sehingga terkadang Al-Qur'an menggunakan kata "dari langit kami turunkan air", atau "rezeki dari langit", atau "air dari langit", karena semuanya berada dalam lingkup langit pertama.
  4. Ayat ke-30 juga menjelaskan mengenai dua masa proses pemberkahan bumi. kata "dahaha", berarti menggerakkan bumi sehingga menjadi terasa datar. Bukan berarti sebelumnya bumi tidak bergerak dan berputar, akan tetapi jika sebelumnya bumi masih berputar dengan sngat kencang dalam rangka memadatkan diri, dalam masa ini putaran dan pergerakannya disesuaikan sedemikian rupa sehingga bumi itu terasa datar bagi makhluk yang nantinya tinggal di permukaannya. Termasuk pada masa ini, batuan-batuan padat telah terbentuk dan pembentukan gunung pun telah dimulai pada masa ini.
  5. Ayat ke-31 dan ke-32 masih merupakan kelanjutan penjelasan dari dua masa pemberkahan bumi, termasuk di dalamnya pengadaan air, pengadaan tumbuh-tumbuhan dan pengokohan gunung-gunung yang sbeelumnya telah mulai terbentuk, sehingga berfungsi sebagai pasak dan penyeimbang bagi bumi. Penyempurnaan pembentukan bulan pun terjadi pada dua masa pemberkahan bumi ini karena bulan dibutuhkan sebagai penyeimbang bumi dan berfungsi dalam mengatur ombak serta pasang surut air laut.

Dalam menerangkan penciptaan dalam enam masa, Allah menyebutkan langit terlebih dahulu daripada bumi dengan sebutan "samaawaati wal ardh" atau "langit dan bumi", karena "sama-i" yang belakangan disempurnakan Allah menjadi "sab'a samaawaatin", diciptakan lebih dahulu daripada bumi karena terkait untuk mendukung pembentukan bumi, walaupun "sab'a samaawaatin" diciptakan setelah pembentukan bumi. Hal ini menyebabkan secara umum "samaawaatin" (bukan "sab'a samaawaatin") diciptakan lebih dulu daripada "ardh".

Bagaimana dengan surah Ath-Thaahaa (20) ayat 4 yang berbunyi : 
[20:4] yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi
Pertama, ayat ini tidak menjelaskan lamanya penciptaan, tetapi berupa penegasan bahwa Al-Quran di turunkan oleh sebagai peringatan bagi orang yang takut karena diturunkan dari Allah sang pencipta. Kedua, secara morfologi, ayat ini mengatakan "Allah yang menciptakan (1) bumi dan (2) langit yang tinggi (al-samaawati al-'ula / highest heavens)", bukan "bumi dan langit" (tanpa kata keterangan sebagaimana ayat-ayat yang lain). Pemberian kata keterangan "yang tinggi" (al-'ula) untuk "langit" menjadi satu frasa "langit yang tinggi", dan di sebut sesudah "bumi", mengindikasikan bahwa peninggian langit memang terjadi sesudah penciptaan bumi, yaitu di dua masa penciptaan tujuh langit.

Lihatlah bagaimana Allah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan diterima oleh orang-orang dijaman Nabi Muhammad, akan tetapi akan dapat dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan. Pembentukan alam semesta sendiri masih merupakan misteri bagi manusia, akan tetapi pernyataan Al-Qur'an mengenai penciptaan alam semesta tidak ada yang bertentangan dengan data ilmu pengetahuan saat ini, dan juga tidak akan bertentangan dengan data ilmu pengetahuan dimasa yang akan datang, insya Allah.

Dihapuskannya tanda malam, pembentukan bulan menurut Al-Qur'an

Allah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 17 :
[17:12] Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa di awal pembentukan bulan, bulan memiliki lautan magma akibat dampak dari giant impact. Hal ini membuat bulan pada masa itu terang benderang. Dari  buku "The magma ocean concept and lunar evolution" karangan Warren, P. H. (1985) disebutkan bahwa :
The newly formed Moon would also have had its own lunar magma ocean; estimates for its depth range from about 500 km to the entire radius of the Moon
Hal ini mengakibatkan dari sudut pandang bumi, bumi seolah-olah memiliki dua matahari. Akan tetapi Allah menghilangkan magma dari bulan yang saat itu menjadi tanda malam, sebagai proses "penghapusan tanda malam". Kemudian Allah menyempurnakan lapisan atmosfir bumi yang membuat "tanda siang" menjadi lebih terang benderang, karena mampu menyaring cahaya matahari dan menyebarkannya di bumi sehingga siang menjadi berwarna biru dan terang. Salah satu tujuannya adalah "agar kamu mencari karunia Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun dan perhitungan", yang akan sulit jika bumi memiliki "dua matahari".

Bentuk alam semesta

Al-Qur'an pun menyatakan bahwa langit memiliki banyak diameter (aqthar), yang mana mengacu kepada bentuk elipsoid, sebagaimana dinyatakan dalam surah Ar-Rahmaan ayat 33. Namun elipsoid alam semesta ini tidak seperti elipsoid bumi, akan tetapi suatu bentuk elipsoid yang sangat pipih relatif datar, seperti yang dikatakan dalam ayat berikut :

[51:47] Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (lamuusi'uuna)
lamuusi'uuna berasal dari kata wasi'a yang berarti "terus menerus melapangkan/meluaskan". Ilmu pengetahuan menyatakan bahwa jarak antar objek di alam semesta dalam hal ini antar-galaksi semakin lama semakin jauh dan berkembang, sehingga alam semesta menjadi semakin luas.

Menurut Big Bang model, alam semesta berkembang dari keadaan yang sangat padat dan panas menjadi keadaan seperti sekarang ini, dan akan terus meluas/berkembang. Rem B. Edward dalam paparenya yang berjudul "What Caused The Big Bang" menganalogikan perkembangan alam semesta ini ini dengan ". . like raisins in a rising loaf of bread, or dots on the surface of an inflating balloon."

Disini alam semesta di analogikan seperti adonan roti kismis yang awalnya berbentuk adonan bulat padat, yang terus mengembang, dan jarak antar kismis-kismis nya pun semakin jauh. Hal ini membuat bentuk alam semesta yang bulat pipih menjadi semakin pipih, hampir datar, dengan meluasnya alam semesta, sehingga seolah-olah dapat "digulung" atau "dilipat" seperti yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya :
[21:104] (Yaitu) pada hari Kami gulung (lipat/nathwii) langit seperti menggulung (melipat/kathayyi) lembaran - lembaran kertas.
Memipihnya alam semesta sehingga menjadi seperti "lembaran-lembaran kertas" diungkapkan Al-Qur'an. Dikatakan oleh NASA bahwa :
The simplest version of the inflationary theory, an extension of the Big Bang theory, predicts that the density of the universe is very close to the critical density, and that the geometry of the universe is flat, like a sheet of paper. (http://map.gsfc.nasa.gov/universe/uni_shape.html)

Saat ini belum "equal to the critical density" akan tetapi "very close to the critical density" menyebabkan alam semesta semakin berbentuk bulat pipih/elipsoid relatif datar "seperti kertas", hingga pada akhir nanti akan dapat "digulung/dilipat seperti menggulung/melipat lembaran-lembaran kertas" saat "less than the critical density", wallahu a'lam.




Ada tidaknya udara di luar angkasa, sebuah pernyataan lain dalam Al-Qur'an

Allah berfirman dalam surah Al-An'aam ayat 125:
[6:125] Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Perhatikan pernyataan "niscaya Allah menjadikan dadanya sesak (dayyiqan) lagi sempit (harajaan) seperti halnya dia sedang mendaki menuju langit (samaa-i)". Lihat bagaimana Allah menyatakan "jika kamu pergi menuju langit, maka semakin tinggi kamu pergi, akan semakin terasa sesak dan sempit dadamu". Hal ini dikarenakan karena semakin jauh dari permukaan bumi, maka kadar oksigen semakin berkurang, sampai akhirnya tidak akan ada oksigen sama sekali. Hal ini menyebabkan dada sese orang akan terasa sesak dan sempit karena kesulitan bernafas.

Sesuatu yang sudah dinyatakan 15 abad yang lalu dan baru dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan saat ini, wallahu a'lam

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

(dari berbagai sumber)

Kamis, 05 Juli 2012

Fakta Tentang Tidur

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam studi baru-baru ini—yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience—para ilmuwan menemukan bahwa tidur pada malam hari tidak cukup untuk manusia, tetapi harus ada tidur siang hari untuk waktu singkat, satu setengah jam, misalnya.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel dan memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh karena itu, para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian rehat kepada otak ini akan memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya mereka lebih baik, dan kemampuan mengingat sesuatunya akan lebih cepat.

Para ilmuwan mengatakan, fenomena tidur adalah sebuah sdbuah mukjizat yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam karena ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya Alquran tentang pentingnya tidur di malam dan siang hari, dan menegaskan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah dan mukjizat yang harus kita renungkan.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (QS Ar-Ruum: 23)

Fakta Sarang Semut dalam Al-Qur'an


Mukjizat Alquran: Sarang Semut

Subhanallah, semut adalah insinyur yang canggih dan menakjubkan dalam hal bangunan, konstruksi dan eksekusi.

Coba perhatikan gambar sarang semut di atas. Sarang semut yang sangat unik ini mengandung berbagai perangkat yang pelik sekali.

Gambar ini bukan bukit atau rumah gubuk. Namun, secara sederhana ini merupakan sarang yang dikonstruksi oleh semut!

Para ilmuwan menemukan bahwa sarang ini menandingi rumah yang dibangun oleh manusia. Rumah tersebut dilengkapi dengan perlengkapan yang dibutuhkan oleh semut seperti kamar khusus untuk menyimpan makanan, ventilasi slot, kamar untuk anak-anak dan sarana untuk sterilisasi.

Oleh karena itulah, Alquran menamakan rumah-rumah ini dengan masakin (sarang-sarang) yang merupakan sebutan dan nama yang detil sekali dari sisi ilmiah dan menjadi bukti akan kemukjizatan Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman melalui lisan semut, "Berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu!" (QS. An-Naml: 18)

Fakta Ilmiah Al-Qur'an Pergantian Siang dan Malam


Mukjizat Alquran: Pergantian Siang dan Malam

Para ilmuwan menemukan bahwa tumpang tindihnya malam dengan siang hari merupakan proses yang sangat kompleks, karena itu mereka menggunakan komputer untuk mempelajari proses yang menakjubkan ini.

Dan mereka menemukan bahwa malam masuk pada siang, dan waktu siang masuk pada waktu malam, dan proses ini berlangsung selama 24 jam non-stop.

Hal ini telah digambarkan oleh Al-Quran dalam firman Allah, “Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam.” (QS. Al-Hajj: 61).

Pertanyaannya adalah: Siapa yang tahu selama 14 abad yang lalu, bahwa siang dan malam silih berganti secara terus-menerus dan bahwa proses ini merupakan salah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang perlu direnungkan?

Fakta Awan Tebal dan Kilat dalam Al-Qur'an


Mukjizat Alquran: Awan Tebal dan Kilat

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa awan di langit beratnya itu jutaan ton. Tentunya sangat berat.

Kini mereka bertanya-tanya, apa saja yang terkombinasi dalam awan ini dan siapa yang menghimpun partikel-partikelnya? Siapa juga yang membuat gabungan partikel yang berton-ton beratnya ini menggantung di langit tanpa terpencar dan buyar?

Penelitian telah membuktikan melalui pengamatan ilmiah bahwa kilat memerlukan awan tebal yang disebut Cumulus. Ini berarti bahwa kenyataan ilmiah mengatakan ada kaitan antara awan tebal dengan terjadinya petir.

Yang mengagumkan bagi kita adalah bahwa fenomena ini adalah persis seperti yang dinyatakan dalam Alquran, “Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan tebal (mendung)." (QS. Al-Ra`d: 12).

Ini merupakan salah satu mukjizat Alquran yang dapat dibuktikan kebenaran pada masa sekarang ini.

Lapisan-lapisan kegelapan dalam lautan

Laut merupakan dunia yang misterius hingga abad ke-18 Masehi. Menurut berbagai mitos dan cerita rakyat yang terkait dengan laut, laut adalah penguasa peradaban lama. Bangsa Roma meyakini bahwa lidah ombak merupakan kuda-kuda putih yang menarik kereta dewa Napiton. Mereka melakukan ritual dan perayaan untuk memuja dewa-dewa tersebut. Mereka juga meyakini adanya ikan penghisap yang memiliki pengaruh magis untuk menghentikan kapal.
Bangsa Yunani juga memiliki keyakinan yang tidak jauh berbeda. Para nelayan mengembalikan sebab pasang-surut air laut dengan keberadaan binatang buas yang mereka sebut karbids yang menyedot air kemudian menyemburkannya. Manusia tidak mengetahui kedalaman pantai yang permukaan, apalagi mengetahui samudera yang dalam dan gerakan air di dalamnya. Sebagaimana seseorang tidak bisa menyelam di tepi pantai kecuali sebatas dua puluh meter selama beberapa detik, lalu segera kembali ke permukaan untuk menghirup nafas. Dan ketika ditemukannya alat pernafasan bagi para penyelam, manusia tidak bisa menyelam lebih dari tiga puluh meter, mengingat bertambahnya tekanan air pada tubuh penyelam seiring bertambahnya kedalaman laut.
Ketika sampai pada kedalaman tiga puluh meter, maka tekanan udara bisa mencapai empat kali lipat dari tekanan udara di permukaan bumi. Pada saat itu, gas nitrogen masuk ke dalam dalam darah penyelam dan mempengaruhi kerja otaknya, sehingga ia kehilangan kontrol terhadap geraknya. Akibatnya, penyelam akan mengalami penyakit yang dalam dunia medis dikenal dengan penyakit penyelam. Dan apabila penyelam turun lebih dalam lagi, maka tekanan air cukup untuk meremukkan tubuhnya.
Informasi Terkini dalam Ilmu Kelautan
1. Laut terbagi menjadi dua bagian besar:
a. Laut permukaan yang tercampur dengan energi dan sinar matahari.
b. Laut dalam dimana energi dan sinar matahari tidak lenyap.
2. Laut permukaan dan laut dalam berbeda dari segi suhu, massa, tekanan dan tingkat cahaya matahari, serta biota-biota yang hidup di masing-masing laut. Kedua laut ini dipisahkan dengan gelombang dalam.
3. Gelombang Dalam

Gelombang dalam menutupi laut dalam dan merupakan garis pemisah antara laut dalam dan laut permukaan. Sebagaimana arus permukaan itu menutupi permukaan laut dan menjadi pemisah antara air dan udara. Gelombang dalam ini tidak ditemukan kecuali pada 1904 M. Panjang gelombang dalam berkisar antara puluhan hingga ratusan kilometer. Sedangkan tinggi gelombang dalam berkisar antara 10 hingga 100 meter.
4. Kegelapan di laut dalam semakin bertambah seiring kedalaman laut, hingga didominasi kegelapan pekat yang dimulai dari kedalaman + 200 meter. Pada kedalaman ini dimulai penurunan suhu yang memisahkan antara air permukaan yang hangat dan air kedalaman yang dingin. Selain itu, pada kedalaman ini terdapat gelombang dalam yang menutupi air dingin di kedalaman laur. Lalu cahaya tidak ada sama sekali pada kedalaman + 1000 meter. Terkait dengan sebaran kegelapan di kedalaman laut, para nelayan menemukan bahwa cahaya terhisap bahkan pada perairan yang jernih, bahwa dasar laut yang miring dan berpasir putih itu berubah warnanya secara bertahap, hingga tersembunyi secara total seiring bertambahnya kedalaman, dan bahwa tembusan cahaya itu berbanding terbalik dengan bertambahnya kedalaman. Alat paling sederhana untuk mengukur kedalaman tembusan cahaya di perairan samudera adalah The Secchi Disk.
Meskipun alat tersebut adalah alat paling mudah untuk mengukur penembusan cahaya ke dalam air secara perkiraan, dan meskipun alat ini digunakan secara luas, namun pengukuran kegelapan di air laut secara cermat tidak bisa dilakukan kecuali setelah menggunakan alat-alat potret pada akhir abad yang lalu. Kemudian alat pengukuran cahaya mengalami perkembangan dengan menggunakan sel-sel elektrolight pada tahun 30-an, dan sesudah manusia menciptakan alat yang memungkinkan mereka untuk menyelam hingga kedalaman, bahkan ke dasar laut.
Informasi tentang kekuatan cahaya pada berbagai kedalaman samudera
Di dalam samudera yang dalam, cahaya tidak ada sama sekali, dan kegelapannya berlapis-lapis. Biota dan ikan yang hidup di dalamnya bertumpu potensi kimiawi untuk melahirkan cahaya yang mereka gunakan untuk menuntut jalan. Bahkan ada beberapa jenis yang tidak memiliki penglihatan dan menggunakan cara lain selain penglihatan untuk merasakan apa yang ada di sekitarnya. Kegelapan-kegelapan ini dimulai pada kedalaman + 200 meter, dan seluruh sinar matahari tertutup pada kedalaman + 1000 meter, dimana cahaya tidak ditemukan sama sekali. Sebagaimana sebagian besar unsur ikan pada kedalaman tersebut dal air. Hal itu untuk menghadapi tekanan yang sangat besar.
Kegelapan yang Berlapis-Lapis
Kegelapan pekat yang dimulai dari 50 hingga 1000 meter itu terjadi akibat berlapis-lapisnya kegelapan, dan itu timbul karena dua sebab utama:

1. Kegelapan Kedalaman. Cahaya matahari terdiri dari tujuh warna (merah, oranye, kuning, hijau, nila dan ultraviolet dan biru. Masing-masing warna memiliki panjang gelombang tersendiri. Kemampuan cahaya untuk menembus air tergantung pada panjang gelombangnya. Semakin pendek gelombang cahaya, maka semakin besar kekuatannya untuk menembus air. Karena itu, cahaya warna merah akan terserap pada kedalaman + 20 meter, dan sesudah itu keberadaannya tersembunyi. Dari sinilah muncul kegelapan warna merah. Seandainya penyelam terluka pada kedalaman 25 meter dan ia ingin melihat darah yang mengalir, maka ia akan melihatnya berwarna hitam karena tidak adanya cahaya warna merah.
Sementara cahaya oranye terserap pada kedalaman sekitar 30 meter. Di sini muncul kegelapan lain di bawah kegelapan warna merah, yaitu kegelapan warna oranye. Pada kedalaman sekitar 50 meter warna kuning terserap, pada kedalaman sekitar 50 meter warna hijau terserap, pada kedalaman sekitar 125 meter, warna ultraviolet dan ungu terserap. Dan warna yang paling terakhir terserap adalah warna biru, yaitu pada kedalaman sekitar 200 meter dari permukaan laut. Dengan demikian, terciptalah kegelapan warna cahaya matahari secara berlapis-lapis, yang disebabkan air yang menyerap warna pada kedalaman yang berbeda-beda.
2. Kegelapan tabir.
Kegelapan tabir dan kegelapan kedalaman bersama-sama menciptakan kegelapan yang pekat di samudera yang dalam. Kegelapan tabir itu berupa:
a. Kegelapan awan. Biasanya awan menutupi permukaan samudera yang dalam akibat penguapan air, dan awan itu menjadi tabir yang relatif bagi cahaya matahari, sehingga terjadilah kegelapan pertama pada tabir-tabir, yang kita lihat dalam bentuk bayangan awan pada permukaan tanah dan laut.
b. Kegelapan gelombang permukaan. Permukaan yang miring pada gelombang permukaan laut merupakan permukaan yang memantulkan cahaya matahari. Orang yang mengamati permukaan laut dapat melihat sejauh mana kilauan cahaya yang dipantulkan permukaan miring dari gelombang permukaan.
c. Kegelapan pada gelombang dalam.

Ditemukan gelombang dalam yang menutupi laut yang dalam. Gelombang dalam itu dimulai dari kedalaman 70 hingga 240 mater. Milyaran biota mengambang di permukaan gelombang dalam. Terkadang gelombang dalam itu naik hingga permukaan laut, sehingga biota-biota tersebut tampak seperti sampah yang bertumpul di permukaan laut. Itulah yang menjadikannya tabir bagi cahaya matahari untuk menembus laut yang dalam, sehingga dengan demikian terciptakan kegelapan yang ketiga di bawah kedua kegelapan awan dan gelombang permukaan.
Sejak lama Al Qur’an telah menggambarkan rahasia dan hakikat laut tersebut. Allah berfirman,
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلْ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ(40)﴾ [النور:40].
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
- Al Qur’an memastikan keberadaan beberapa kegelapan di laut yang dalam. Al Qur’an merinci penjelasannya dengan kata lujjiyyin (sangat dalam) agar pembaca tahu bahwa kegelapan-kegeapan tersebut tidak ada kecuali kecuali di laut yang dalam. Para ahli bahasa dan tafsir menjelaskan kata tersebut. Qatadah dan penulis tafsir Al Jalalain mengatakan bahwa kata lujjiyyin berarti dalam.
Az-Zamakhsyari mengatakan artinya adalah dalam lagi banyak airnya. Ath-Thabari mengatakan, “Kata laut disifati dengan kata lujjiyyin yang berarti dalam lagi banyak air. Sementara Al Busyiri mengatakan bahwa maksudnya adalah laut yang tidak diketahui dasarnya. Kata tersebut terambil dari kata lujjah yang berarti banyak air, bentuk pluralnya adalah lujaj. Kata iltajja al-bahru berarti laut itu saling berhantaman ombak-ombaknya.
- Kegelapan-kegelapan tersebut berjadi karena kedalaman. Az-Zamakhsyari mengatakan, “Maksudnya dengan kegeapan-kegelapan tertumpuk-tumpuk dari kedalaman laut, gelombang dan awan.” Al Khazin mengatakan, “Seperti kegelapan-kegelapan di laut yang dalam lagi banyak airnya.” Maksudnya, laut yang dalam itu dasarnya sangat gelap akibat banyaknya air.”
- Ayat tersebut menyebutkan keberadaan gelombang lain di atas gelombang pertama. Allah berfirman, “Yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula).” Ini adalah gambaran tentang laut, yaitu adanya dua gelombang pada saat yang bersamaan, di mana yang satu berada di atas yang lain. Bukan gelombang-gelombang yang beruntun di satu tempat, melainkan ada pada satu waktu, di mana gelombang kedua berada di atas gelombang pertama.
- Ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa letak gelombang kedua di atas gelombang pertama itu seperti letak awan di atas gelombang kedua. Allah berfirman, “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…”
- Ayat tersebut juga menyebutkan gelombang yang menutupi lautan dalam, sebagaimana ia menyebutkan keberadaan gelombang kedua di atas gelombang pertaam. Hal ini menunjukkan keberadaan laut di atas gelombang pertama dan laut dalam, yaitu laut permukaa yang ditutupi oleh gelombang kedua yang di atasnya terdapat awan.
- Al Qur’an menetapkan peran ketiga tabir dalam membentuk kegelapan-kegelapan di laut yang dalam, dan bahwa kegelapan tersebut bertindih-tindih.
- Ayat tersebut juga mengandung penjelasan tentang tujuh kegelapan di kedalaman pada bagian awal, dan tiga kegelapan tabir di bagian akhir.

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/lapisan-lapisan-kegelapan-di-lautan-dalam.htm

Fakta dalam rahim Ibu


Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal. Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri?
Awalnya Hanya Bersel Satu Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan.

Sel yang Sama Membentuk Organ yang Berbeda Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.

Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya. Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing.

Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali. Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.

Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar: Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi.

Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup. Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan.

Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi. Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan.

Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal. Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita.

Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah. Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio. Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio.


Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat. Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat. Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia.



Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:7) Penciptaan Kedua Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal.

Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah. Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya . Hal ini amatlah mudah bagi-Nya. Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran: Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh? Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.


Fakta ubun-ubun dalam Al-Quran


 
Gambar otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun).
Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16)
Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?
Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”
Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.
Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.
Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.
Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.
Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.
صورة للبروفسور كيث ال مور عالم الأجنة الكندي
Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.
Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)
Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”
Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”
Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”
Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.
Makna Bahasa dan Pendapat Para Mufasir:
Allah berfirman,
كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَ بِالنَّاصِيَةِ(15)نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ(16)
“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang berdusta lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 15-16)
Kata nasfa’ berarti memegang dan menarik. Sebuah pendapat mengatakan bahwa kata ini terambil dari kalimat safa’at asy-syamsu yang berarti matahari mengubah wajahnya menjadi hitam. Sementara kata nashiyah berarti bagian depan kepala atau ubun-ubun.
Mayoritas mufasir menakwili ayat bahwa sifat bohong dan durhaka itu bukan untuk ubun-ubun, melainkan untuk empunya. Sementara ulama selebihnya membiarkannya tanpa takwil, seperti al-Hafizh Ibnu Katsir.
Dari pendapat para mufasir tersebut, jelas bahwa mereka tidak tahu ubun-ubun sebagai pusat pengambilan keputusan untuk berbuat bohong dan durhaka. Hal itu yang mendorong mereka untuk menakwilinya secara jauh dari makna tekstual. Jadi, mereka menakwili shifat dan maushuf (yang disifati) dalam firman Allah, “Ubun-ubun yang dusta lagi durhaka” itu sebagai mudhaf dan mudhaf ilaih. Padahal perbedaan dari segi segi bahasa antara shifat dan maushuf dengan mudhaf dan mudhaf ilaih itu sangat jelas.
Sementara mufasir lain membiarka nash tersebut tanpa memaksakan diri untuk memasuki hal-hal yang belum terjangkau oleh pengetahuan mereka pada waktu itu.
Sisi-Sisi Mukjizat Ilmiah:
Prof. Keith L Moore mengajukan argumen atas mukjizat ilmiah ini dengan mengatakan, “Informasi-informasi yang kita ketahui tentang fungsi otak itu sebelum pernah disebutkan sepanjang sejarah, dan kita tidak menemukannya sama sekali dalam buku-buku kedokteran. Seandainya kita mengumpulkan semua buku pengobatan di masa Nabi SAW dan beberapa abad sesudahnya, maka kita tidak menemukan keterangan apapun tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun. Pembicaraan tentangnya tidak ada kecuali dalam kitab ini (al-Qur’an al-Karim). Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah ilmu Allah yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan membuktikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.
Pengetahuan tentang fungsi frontal lobe dimulai pada tahun 1842, yaitu ketika salah seorang pekerja di Amerika tertusuk ubun-ubunnya stik, lalu hal tersebut memengaruhi perilakunya, tetapi tidak membahayakan fungsi tubuh yang lain. Dari sini para dokter mulai mengetahui fungsi frontal lobe dan hubungannya dengan perilaku seseorang.
Para dokter sebelum itu meyakini bahwa bagian dari otak manusia ini adalah area bisu yang tidak memiliki fungsi. Lalu, siapa yang Muhammad SAW bahwa bagian dari otak ini merupakan pusat kontrol manusia dan hewan, dan bahwa ia adalah sumber kebohongan dan kesalahan.
Para mufasir besar terpaksa menakwili nash yang jelas bagi mereka ini karena mereka belum memahami rahasianya, dengan tujuan untuk melindungi Al Qur’an dari pendustaan manusia yang jahil terhadap hakikat ini di sepanjang zaman yang lalu. Sementara kita melihat masalah ini sangat jelas di dalam Kita Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarah dalam diri orang dan hewan.
Jadi, siapa yang memberitahu Muhammad SAW di antara seluruh umat di bumi ini tentang rahasia dan hakikat tersebut? Itulah pengetahuan Allah yang tidak datang kepadanya kebatilan dari arah depan dan belakangnya, dan itu merupakan bukti dari Allah bahwa Al Qur’an itu berasal dari sisi-Nya, karena ia diturunkan dengan pengetahuan-Nya.

sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/rahasia-ubun-ubun-dalam-alquran.htm

Senin, 02 Juli 2012

AL QUR'AN YG MENGAGUMKAN

BEDAH AL QUR'AN 1

BEDAH AL QUR'AN 1 - al qur an

Betapa mengagumkan Al Qur'an yg diciptakan dg brbagai keunikanY dan manfaatY.

Berikut ini adalah keunikan yg trdapat dlm Al Qu'ran sbg wujud keagungan & bukti bhw Al Qur'an benar2 wahyu dr ‎الله‎‎ ‎ SWT

A. Keseimbangan Kalimat Berantonim.
Didlm Al Qur'an disebutkan:

al-hayah (hidup) & al-mawt (mati) masing2 sebanyak 145 kali

al-naf (manfaat) & al-madharrah (mudharat) = 50 kali

al-har (panas) & al-bard (dingin) = 4 kali

al-shalihat (kebajikan) & al-sayyi'at (keburukan) = 167 kali

al-thumaninah (kelapangan/ketenangan) & al-dhiq (kesempitan/kekesalan) = 13 kali

al-rahbah (cemas) & al-raghbah (harap) = 8 kali

al-kufr (kufur) & al-iman (iman) = 17 kali

al- shayf (musim panas) & al-syita (musim dingin) = 1 kali

kata Laki2 dan Wanita = 24 kali

B. Keseimbangan Kata yg bersinonim.

al-harts & al-zira'ah (brtani/mmbajak) = 14 kali

al-'ushb & al-dhurur (sombong/angkuh) = 27 kali

al-dhallun & al-mawta (orang sesat/mati<jiwaY>) = 17 kali

al-aql & an-nur (akal/cahaya) = 49 kali

al-Qur'an, al-wahyu & al-islam (alquran,wahyu,islam) = 70 kali

al-jahr & al-'alaniyah (nyata) = 16 kali

C. Keseimbangan antara kata yg menunjukkan akibatY.

al-infak (sedekah,amal,pemberian) & al-ridha (kerelaan) = 73 kali

al-bukhl (kekikiran) & al-hasarah (penyesalan) = 12 kali

al-kafirun (orang kafir) & al-nar/al-ahraq (neraka/pembakaran) = 154 kali

al-zakah (zakat/penyucian) & al-barakat (kebaikan yg bnyak) = 32 kali

al-fahisyah (kekejian) & al-ghadhb (murka) = 26 kali

D. Keseimbangan jumlah kata dgn kata yg mnjadi penyebabY.

al-israf (pemborosan) & al-sur'ah (ktergesa gesaan) = 23 kali

al-maw'izhah (nasihat) & al-lisan (lidah) = 25 kali

al-asra (tawanan) & al-harb (perang) = 6 kali

al-salam (kedamaian) & al-thayyibat (kebajikan) = 60 kali

E. Keseimbangan Khusus
1. Kata ANJING (kalb) dipersamakan dgn KAUM YG MENDUSTAKAN AYAT2 KAMI (al qawmul ladzi na kadzdabu bi ayatina - QS. 7:176). sama2 diulang 5 kali.
PersamaanY :
Jika kamu menghalau/membiarkannya, maka ia tetap menjulurkan lidahY

2. Kata yawn (hari) dlm bntuk tunggal dlm Al Qur'an brjumlah 365 kali, sejumlah hari dlm setahun.
Kata Yawn dlm bentuk plural (ayyam, yawmayni) berjumlah 30, jumlah hari dlm sebulan.

3. Kata Bulan (syahr, syahrul) dlm al Qur'an hanya trdapat 12 kali, sama dgn jumlah bulan dlm setahun

4. Kalimat basmallah tidak trdapat diawal surat At-Taubah (surat ke 9) tp pada surat An-Naml (surat ke 27) trdpt 2 bacaan basmallah, yaitu pd pembukaan surat & ayat ke 30.

5. Dan lain lain

AL QUR'AN SEBAGAI KITAB
SIGN DAN SAINS

Subkhanallah, Al Qur'an telah mmberitahukan ilmu (Sains) melalui tanda2 (Sign) sejak ribuan thn lalu.

1. Sign & Sains Sejarah
a. Awal Surah Ar-Rum mmberitakan ttg kekalahan & kemenangan Romawi.

Fakta:
Romawi dikalahkan oleh Persia pd thn 614M.
Stelah kekalahanY, 9 tahun kmudian Romawi menaklukan Persia pd thn 622M, tepat saat kaum Muslim menang dlm perang Badar.

b. Surat Yunus ayat 92 menegaskan ttg "pengawetan" jazad Fir'aun musuh Nabi Musa a.s oleh الله‎ SWT.

Fakta:
Pd thn 1896, Loret - seorg ahli purbakala, menemukan jazad Fir'aun yg bernama Maniptah, yg pernah mengejar Nabi Musa a.s.

Pd 8 Juli 1908, Elliot Smith membuka pembalut2 Fira'un tsb & menemukan jazad yg utuh.
Jazad tsb skrg disimpan di Museum Kairo.

C. Dan brbagai ilmu sejarah lainY yg kini trbukti melalui penelitian2 ilmiah (banjir nuh, ka'bah dll)

2. Sign & Sains Geology dan Kelautan

a. Surat An-Naml ayat 28 menjelaskn ttg gunung2 yg berjalan.

Fakta :
Dr hasil rekaman satelit dibuktikan bhw Jazirah Arab dan gunung2Y brgerak mndekati Iran bbrp sentimeter tiap tahunY.

b. Perbandingan Lautan dan Bumi.
Mari kita hitung :-)

Kata al bahar (lautan) disebutkan 32 kali.
Kata al bar (daratan) disebutkan 13 kali

matematikaY :
lautan + daratan =
32 + 13 = 45

dikalikan dlm perbandingan prosentase :

Lautan =
32 : 45 x 100% = 71,1%
Daratan =
13 : 45 x 100% = 28,9%

Fakta :
Perbandingan lautan dan daratan adlh 71,1% : 28,9% dan bila dijumlahkan hasinya 100%

c. Surat Ar-Rahman ayat 19-20 & Al-Furqon ayat 53 menjelaskan ttg terpisahY air laut dan air tawar.

Fakta:
Prof. Jackues Yves Costeau (oceanografer) yg sring muncul di Discovery, menemukan bbrp mata air tawar ditengah kedalaman lautan.

Mata air tawar tsb tdk brcampur dgn air laut, berbeda kadar kimia, warna & rasaY.

Prof. Jackues masuk islam stelah melihat surat Ar-Rahman & Al-Furqon yg ditunjukkan oleh seorang profesor muslim.

3. Sign & Sains Biology

a. Surat An-Nisa ayat 56 menjelaskan bhw luka bakar yg cukup dlm tdk menimbulkan sakit.

Fakta :
Prof. Keith Moore (Embriolog) dr Kanada, Amerika setelah mengutip surat An-Nisa ayat 56 telah menemukan fakta bhw kulit trdiri dr 3 lapisan global : Epidermis, Dermis & Sub Cutis.

Pd sub cutis trdapat bnyak ujung2 syaraf & darah.
Jika kulit trbakar hingga lapisan ini (Combustion grade III), rasa nyeri akibat luka bakar TIDAK AKAN TERASA krn ujung2 syaraf afferent dan efferent tdk berfungsi/rusak.

b. Penemuan trbaru Dr. Ahmad Khan bhw ada ayat Al Qur'an dlm Kromosom.

Melalui penelitian pada kromosom diketahui pada kode rantai kodon Nucleotida T, C, G dan A masing2 kode akan menghasilkan huruf2 arab yg bila dirangkaikan akan mmbentuk ayat2 ‎الله
swt.

Ayat pertama yg brhasil ditemukan & dirangkai adlh :
"Bismillahirachmannirrachim. Iqra bismirrabbika ladzi khalq"
(Q.S Ql-Alaq) 

Kamis, 28 Juni 2012

Fakta piramida dibangun dari tanah liat

 
Kebenaran ilmiah yang telah diterbitkan dalam abad kedua puluh satu telah disebutkan dalam Alquran sejak empat belas abad yang lalu ….
Kebenaran ilmiah yang telah diterbitkan dalam abad kedua puluh satu telah disebutkan dalam Alquran sejak empat belas abad yang lalu ... mari perhatikan gambar dan videonya ....
Dalam waktu lama para ilmuwan kebingungan karena mereka tidak mampu menemukan rahasia dari konstruksi dan bahan bangungan... dan dalam waktu lama pula umat manusia memandang bahwa banguan itu adalah sebuah teka-teki yang membingungkan ... dalam waktu lama para penulis menyusun tulisannya tentang bangunan tersebut yang hanya sebuah legenda dan dongeng belaka...namun akhirnya, kebenaran mulai muncul dan melalui penelitian ilmiah modern ... Ia adalah piramida.
Penelitian terbaru mengatakan bahwa piramida dibangun dari tanah liat dan panas! Dan yang sangat menakjubkan adalah bahwa Alquran telah mengungkap fakta ini dengan sangat jelas sesuai dengan ungkapan Firaun saat itu... namun sebelum ini, mari kita merenungkan apa yang para ilmuwan temukan baru-baru ini...
Dalam edisi tanggal (1 Desember 2006) Koran Amerika Times menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian Amerika-Perancis menyebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat darinya piramida, sebelumnya telah dilemparkan di bawah kayu lalu dipanaskan sehingga membentuk batu keras yang hampir normal.
Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dan mengelola tanah liat dan metode yang mereka gunakan masih menjadi rahasia dan tidak diizinkan untu diakses atasnya atau terkodifikasi pada nomor yang mereka tinggalkan. Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang palign besar di Giza itu terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual.
Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry Firaun untuk membangun monumen yang tinggi secara umum, dan membangun piramida pada khususnya. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan Kilogram, dan inilah yang membuat Firaun menggunakan batu alam untuk membangun dasar
Piramida, dan lumpur dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.
Setelah berhasil mencampur lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air darinya sehingga membentuk campuran tanah liat, maka akan dilakukan template diatas kayu dan dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.
Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop electron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur, sedangkan ahli geologi sampai baru-baru ini, belum memiliki kemampuan untuk membedakan antara batu alam dan batu buatan dengan metode ini, tetapi hari ini mereka bisa membedakan berkat teknologi modern,
oleh karena itu professor kembali membuat batu besar dengan metode ini dalam waktu sepuluh hari.
Seorang ilmuwan Belgia Guy Demortier yang sebelumnya dalam waktu yang lama mempertanyakan keabsahab penelitian ini berkata: Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.
Firaun dalam membangun piramida menggunakan sejumlah besar batu sampai dengan 2-2,8 juta batu, studi baru juga mengatakan bahwa beberapa arkeolog Mesir membantah bukti-bukti ilmiah baru-baru ini, dan mereka menyatakan bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengangkat jutaan batu yang beratnya sekitar lima atau enam ribu kilogram!  Itu menurut majalah Times America.
http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article656117.ece
Seorang Profesor Prancis Joseph Davidovits telah melakukan eksperimen selama dua puluh tahun lamanya dan menemukan bahwa piramida dibangun dari lumpur, terutama dibagian yang tinggi piramida di mana sulit untuk menaikkan batu alam.
Ini adalah Analisis gambar secara elektronik terhadap batu Piramida terbesar seperti yang disajikan oleh situs terkenal tentang biologi.
This colorized scanning electron microscope image shows the pyramid's "innercasing" limestone, including amorphous silica (red) that cements the limestone aggregates (black) together. Credit: Michel Barsoum, Drexel University. http://www.livescience.com
Sebuah penelitian yang luas tentang piramida Bosnia, "Piramida Matahari" dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).
Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!
Keajaiban Al-Qur'an mendahului penemuan ilmiah
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan fakta bahwa bangunan piramida dan bangunan lain dari bangunan yang tinggi, dalam hal ini Allah berfirman:
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
“Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat  kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta". (Al-Qashash:38)
Dalam ayat ini menunjukkan tentang teknologi konstruksi yang digunakan untuk bangunan tinggi sebuah monumen seperti firman Allah: “buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi”
dan kata bangunan secara bahasa adalah setiap bangunan tinggi.
Teknik ini didasarkan pada lumpur dan panas seperti dalam ayat:
“Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat”
Subhanallah! Ada bukti yang menunjukkan bahwa patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban Rumania dan yang lainnya juga dibangun dari tanah liat! Dapat dikatakan: Bahwa keajaiban Al Qur'an menunjukkan bahwa cara untuk membangun bangunan-bangunan dari tanah liat dan ini yang tidak diketahui pada waktu turunnya Alquran,
Ini berarti menunjukkan bahwa ide bangunan piramida, monumen, patung dan benda-benda antik lainnya dari tanah liat, tidak datang hanya di akhir abad dua puluh, namun Al Qur'an telah menyebutkannya sebelum empat belas abad yang lalu! Namun kenapa harus ke Firaun, karena bangunan terbesar yang dibangun dari tanah liat adalah piramida!
Siapa yang memberitahukan kepada Nabi saw berita ini?
Firaun mungkin bukanlah sosok yang telah membangun piramida ]karena ia meninggal karena tenggelam, namun ia menggunakan teknik rekayasa bangunan ketika membuat sampai monumen dan kemudian dihancurkan oleh Tuhan setelah itu, dan karenanya sebagai pintu integritas ilmiah, Al-Quran adalah kitab pertama yang  mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para  Ilmuwan Amerika dan Perancis. Pertanyaannya adalah:
Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya ... dan Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengtahui tentang rahasia piramida ... dan para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini, maka dari itu, bagaimana Nabi saw sebelum 1400 tahun yang lalu memberitahukan bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen ...
Ayat ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah membawa apapun dari padanya tetapi Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannay pada zaman modern ini!!