Ketika sperma dan sel telur bertemu dan bersatu membentuk sel tunggal
yang disebut zigot. Sel ini kemudian membelah dan memperbanyak diri dan
menjadi embrio sebagai cikal bakal manusia. Setelah beberapa minggu
sel-sel yang terbentuk pada embrio mulai tumbuh berbeda satu sama lain,
dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada sel-sel dalam
embrio. Sungguh sebuah keajaiban besar, sel-sel tanpa kecerdasan di
dalam embrio ini mulai membentuk organ dalam, rangka dan otak.
Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung
embrio. Sel-sel otak pada embrio akan berkembang biak dengan cepat di
sini dan akhirnya bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak.
Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung dalam embrio,
seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya.
Masing-masing sel baru yang terbentuk, berperilaku seolah-olah tahu
dimana ia harus menempatkan diri dan dengan sel mana saja ia harus
membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing pada
embrio. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu
menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun
sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan
sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang
jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki
kecerdasan sama sekali.
Tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri
pada embrio, pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk dan langsung
menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang
telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel mana pun mereka harus
membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya.
Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran
tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan
dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas
Istanbul, Turki, berkomentar: “Bagaimana semua sel yang sama persis ini
bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka
secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar
benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas
menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang
akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama,
tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka
membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain
membentuk organ yang lain lagi”.
Proses perkembangan embrio di dalam rahim berlangsung terus tanpa
henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai
mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan
dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ ini akan terus
berdenyut seumur hidup.
Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah embrio.
Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan
di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini tahu bahwa mereka harus
membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini
termasuk beragam pertanyaan yang belum dipecahkan ilmu pengetahuan.
Sel-sel pembuluh darah akhirnya berhasil membuat sistem tabung
sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam
pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan ahli. Sistem
pembuluh darah sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh
bagian tubuh bayi.
Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi.
Perkembangan embrio dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada
minggu kelima, tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini
sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk
tangan. Tetapi sebentar lagi, ribuan sel pembentuk tangan embrio
tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan: melakukan bunuh diri
massal.
Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini
memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel mati di sepanjang
garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan.
Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong
terbentuk di daerah ini.
Celah-celah kosong ini adalah celah di antara jari-jari kita.
Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya? Bagaimana dapat
terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki
jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa
kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi
menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia diberi petunjuk oleh Allah.
Sejumlah sel juga mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak
mengetahui bahwa embrio akan berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap
saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio.
Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian
wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan
terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut
bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa
bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun
mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang
lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas
akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang
mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna
tanpa cacat. Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera
paling
sempurna di dunia, muncul dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu.
Perlu dipahami, bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya
ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah
dibuat.
Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir
juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim.
Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk
dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik
di dunia.
76. Al Insaan 2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur[**] yang Kami hendak mengujinya (dengan
perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan
melihat.
[**]. Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.
32. As Sajdah 7. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan
sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. 8.
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. 9.
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya
dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi)
kamu sedikit sekali bersyukur.
Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran
adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan
hal ini sebagai berikut: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu
dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. (QS. An-Nahl,
16:78)
Disunting dari Perjalanan Hidup Manusia ‘bersel Satu’, Harun Yahya dari http://prayoga.net