Halogenalkana
adalah senyawa-senyawa dimana ada satu atau lebih atom hidrogen pada
sebuah alkana yang digantikan oleh atom-atom halogen (fluorin, klorin,
bromin atau iodin).
Jenis-jenis halogenalkana
Halogenalkan
terdiri dari beberapa kelompok yang berbeda tergantung pada bagaimana
posisi atom halogen dalam rantai atom karbon. Ada beberapa perbedaan
sifat kimia antara berbagai jenis halogealkana.
Halogenalkana primer
Pada halogenalkana primer (1°), atom karbon yang membawa atom halogen hanya berikatan dengan satu gugus alkil lainnya.
Perlu
diperhatikan bahwa tidak jadi masalah bagaimanapun kompleksnya gugus
alkil yang terikat. Pada masing-masing contoh di atas, hanya ada satu
ikatan terhadap sebuah gugus alkil dari gugus CH2 yang mengikat halogen.
Terdapat
pengecualian dalam hal ini, yakni CH3Br dan metil halida lainnya
seringkali ditemukan sebagai halogenalkana primer walaupun tidak ada
gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa halogen.
Halogenalkana sekunder
Pada
halogenalkana sekunder (2°), atom karbon yang padanya terikat halogen
berikatan langsung dengan dua gugus alkil yang lain, yang bisa sama atau
berbeda.
Halogenalkana tersier
Pada
halogenalkana tersier (3°), atom karbon yang mengikat halogen berikatan
langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari
gugus akil yang sama atau berbeda.
Selamat Berkunjung
Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Februari 2012
Gugus Fungsi Alkohol
Alkohol
Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Pada pembahasan kali ini, kita hanya akan melihat senyawa-senyawa yang mengandung satu gugus -OH.
Jenis-jenis alkohol
Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol Primer
Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu gugus alkil.
Perhatikan bahwa tidak jadi masalah seberapa kompleks gugus alkil yang terikat. Pada masing-masing contoh di atas, hanya ada satu ikatan antara gugus CH2 yang mengikat gugus -OH dengan sebuah gugus alkil.
Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa gugus -OH.
Alkohol sekunder
Pada alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.
Alkohol tersier
Pada alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.
Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Pada pembahasan kali ini, kita hanya akan melihat senyawa-senyawa yang mengandung satu gugus -OH.
Jenis-jenis alkohol
Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol Primer
Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu gugus alkil.
Perhatikan bahwa tidak jadi masalah seberapa kompleks gugus alkil yang terikat. Pada masing-masing contoh di atas, hanya ada satu ikatan antara gugus CH2 yang mengikat gugus -OH dengan sebuah gugus alkil.
Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa gugus -OH.
Alkohol sekunder
Pada alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.
Alkohol tersier
Pada alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.
Alkena-Alkuna
Alkena
Alkena dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Rumus umumnya adalah Cn H2n. Alkena yang paling sederhana adalah etena (C2H4).
Seluruh alkena memiliki nama yang diakhiri -ena. Pada dasarnya, nama alkena diambil dari nama alkana dengan menggantikan akhiran -ana dengan -ena. C2H6 adalah alkana bernama etana sehingga C2H4 diberi nama etena.
Pada alkena yang memiliki kemungkinan ikatan rangkap di beberapa tempat, digunakan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan tersebut sehingga atom karbon pada ikatan rangkap bernomor sekecil mungkin untuk membedakan isomernya. Contohnya adalah 1-heksena dan 2-heksena. Penamaan cabang sama dengan alkana.
Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga. Secara umum, rumus kimianya Cn H2n-2. Salah satunya adalah etuna yang disebut juga sebagai asetilen dalam perdagangan atau sebagai pengelasan.
Semua anggota alkuna berakhiran -una.
Rantai karbon lurus
Untuk alkuna rantai lurus, dinamakan sesuai dengan alkana dengan jumlah atom karbon yang sama, namun diakhiri dengan -una. Berikut adalah alkuna dengan jumlah atom karbon 2-10 disebut:
* Etuna, C2H2
* Propuna, C3H4
* Butuna, C4H6
* Pentuna, C5H8
* Heksuna, C6H10
* Heptuna, C7H12
* Oktuna, C8H14
* Nonuna, C9H16
* Dekuna, C10H18
Rantai karbon bercabang
Untuk memberikan nama alkuna dengan rantai bercabang sama mirip dengan alkana rantai bercabang. Namun "rantai utama" pada proses penamaan haruslah melalui ikatan rangkap 3, dan prioritas penomoran dimulai dari ujung yang terdekat ke ikatan rangkap 3.
Alkena dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Rumus umumnya adalah Cn H2n. Alkena yang paling sederhana adalah etena (C2H4).
Seluruh alkena memiliki nama yang diakhiri -ena. Pada dasarnya, nama alkena diambil dari nama alkana dengan menggantikan akhiran -ana dengan -ena. C2H6 adalah alkana bernama etana sehingga C2H4 diberi nama etena.
Pada alkena yang memiliki kemungkinan ikatan rangkap di beberapa tempat, digunakan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan tersebut sehingga atom karbon pada ikatan rangkap bernomor sekecil mungkin untuk membedakan isomernya. Contohnya adalah 1-heksena dan 2-heksena. Penamaan cabang sama dengan alkana.
Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga. Secara umum, rumus kimianya Cn H2n-2. Salah satunya adalah etuna yang disebut juga sebagai asetilen dalam perdagangan atau sebagai pengelasan.
Semua anggota alkuna berakhiran -una.
Rantai karbon lurus
Untuk alkuna rantai lurus, dinamakan sesuai dengan alkana dengan jumlah atom karbon yang sama, namun diakhiri dengan -una. Berikut adalah alkuna dengan jumlah atom karbon 2-10 disebut:
* Etuna, C2H2
* Propuna, C3H4
* Butuna, C4H6
* Pentuna, C5H8
* Heksuna, C6H10
* Heptuna, C7H12
* Oktuna, C8H14
* Nonuna, C9H16
* Dekuna, C10H18
Rantai karbon bercabang
Untuk memberikan nama alkuna dengan rantai bercabang sama mirip dengan alkana rantai bercabang. Namun "rantai utama" pada proses penamaan haruslah melalui ikatan rangkap 3, dan prioritas penomoran dimulai dari ujung yang terdekat ke ikatan rangkap 3.
Asal Mula Kimia Organik
Kimia Organik adalah disiplin ilmu kimia yang spesifik membahas studi
mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi dan persiapan(sintesis atau
arti lainnya) tentang persenyawaan kimiawi yang bergugus karbon dan
hidrogen, yang dapat juga terdiri atas beberapa elemen lain, termasuk
nitrogen, oksigen, unsur halogen, seperti fosfor, silikon dan belerang.
<1> <2> <3> Definisi asli dari kimia "organik" berasal
dari kesalahan persepsi atas campuran organik yang selalu dihubungkan
dengan kehidupan.
Tidak semua senyawa organik mendukung kehidupan di bumi sepenuhnya, tetapi kehidupan seperti yang telah kita ketahui bergantung pula pada sebagian besar kimia anorganik; sebagai contoh: beberapa enzim bergantung pada logam transisi, seperti besi dan tembaga; dan senyawa bahan seperti cangkang/kulit, gigi dan tulang terdiri atas sebagian bahan organik,sebagian lain anorganik. Terlepas dari bahan dasar karbon, kimia anorganik hanya menguraikan senyawa karbon sederhana, dengan struktur molekul yang tidak mengandung karbon menjadi rantai karbon (seperti dioksida, asam, karbonat, karbida, dan mineral). Hal ini tidak berarti bahwa senyawa karbon tunggal tidak ada (yaitu: metana dan turunan sederhana). Biokimia sebagian besar menguraikan kimia protein (dan biomolekul lebih besar).Karena sifat yang spesifik, senyawa berantai karbon banyak menampilkan keanekaragaman senyawa organik yang ekstrim dan penerapan yang sangat luas. Senyawa-senyawa tersebut merupakan dasar atau unsur pokok beberapa produk (cat, plastik, makanan, bahan peledak, obat-obatan, petrokimia, beberapa nama lainnya) dan (terlepas dari beberapa pengecualian) bentuk senyawa merupakan dasar dari proses hidup.
Perbedaan bentuk dan reaktivitas molekul kimia menetapkan beberapa fungsi yang mengherankan, seperti katalis enzim dalam reaksi biokimia yang mendukung sistem kehidupan. Pembiakan otomatis alamiah dalam Kimia Organik dalam kehidupan seluruhnya. Kecenderungan dalam Kimia organik termasuk sintesis kiral, kimia hijau, kimia gelombang mikro,fullerene(karbon alotropis) dan spektroskopi gelombang mikro.
Gugus fungsional adalah kelompok gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.
Alkana
Alkana adalah sebuah hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah Cn H2n+2. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Nama lainnya adalah parafin.
Seluruh anggota alkana berakhiran dengan -ana.
Rantai karbon lurus
Alkana dengan jumlah atom 1 - 4 disebut
* Metana, CH4
* Etana, C2H6
* Propana, C3H8
* Butana, C4H10
Mulai dengan jumlah karbon mulai dari lima diberi nama dengan imbuhan jumlah yang ditentukan IUPAC diakhiri dengan -ana. Contohnya antara lain adalah pentana, heksana, heptana, dan oktana. Mulai dari butana, alkana dengan rantai karbon tidak bercabang diberi awalan n- (normal) untuk membedakannya dengan alkana lain yang bercabang dan berjumlah karbon sama. Penamaan ini penting karena ada alkana yang isomer lurus dan bercabangnya memiliki sifat yang berbeda.
Rantai karbon bercabang
Untuk memberi nama alkana dengan rantai bercabang digunakan langkah-langkah berikut:
* Cari rantai karbon terpanjang
* Beri nomor pada rantai tersebut, dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang
* Beri nama pada cabang-cabangnya
Nama alkana dimulai dengan nomor letak cabang, nama cabang, dan nama rantai utama. Contohnya adalah 2,2,4-trimetilpentana yang disebut juga isooktana. Rantai terpanjangnya adalah pentana, dengan tiga buah cabang metil (trimetil) pada karbon nomor 2, 2, dan 4.
Nama-nama lain
Beberapa nama ini dipertahankan oleh IUPAC
* Isobutana untuk 2-metilpropana
* Isopentana untuk 2-metilbutana
* Isooktana untuk 2,2,4-trimetilpentana
* Neopentana untuk 2,2-dimetilpropana
Alkil
Alkil adalah radikal univalen yang hanya mengandung atom karbon dan hidrogen yang disusun dalam satu rantai. Alkil membentuk rangkaian yang dapat disederhanakan dalam rumus Cn H2n+1. Misalnya, metil, CH3 (diturunkan dari metana) dan butil C4H9 (diturunkan dari butana). Alkil, sehari-hari tidak ditemukan dalam rantai-rantai tersendiri namun tergabung dalam molekul bercabang yang lebih besar. Alkil akan menjadi sangat reaktif sebagai radikal bebas bila dalam bentuk radikal.
Struktur sebuah alkil mirip dengan alkana yang kehilangan satu atom hidrogennya. Berikut adalah contoh struktur dari metil, alkil paling sederhana:
Reaksi
Alkil yang tidak terikat akan menjadi radikal bebas dan hanya akan terbentuk pada reaksi pertengahan (reaksi intermedier). Sebagai radikal bebas, alkil akan dengan sangat cepat bereraksi dengan elektron lain yang tidak berpasangan.
Penamaan
Penamaan alkil serupa dengan penamaan pada alkana. Akhiran selalu dituliskan -il. Sedangkan untuk awalan akan bergantung pada berapa banyak atom akrbon yang ada dalam molekul.
Jumlah karbon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Awalan Met Et Prop But Pent Heks Hept Okt Non Dek Undek Dodek
Contohnya, tiga alkil pertama disebut metil, etil, propil.
Penamaan digunakan pada struktur berantai cabang, seperti 3-metil pentana.
Struktur 3-metil pentana terdiri atas dua bagian. Yang pertama, rantai lurus terpanjang yang tediri dari 5 atom karbon, yang disebut pentana (diwarnai dengan warna biru). Yang kedua, gugus alkil, dengan panjang 1 karbon, disebut metil (warna merah). Alkil tersebut terdapat pada atom ketiga dari rabtai pentana, maka itu disebut 3-metil pentana.
Jika terdapat lebih dari satu gugus alkil yang berikatan pada rantai, amak digunakan awalan (seperti di, tri, tetra, dan lainnya).
Senyawa di atas disebut 2,3,3-trimetil pentana. Nomor di depan menandakan posisi dari tiga gugus metil dari rantai utama pentana.
Bila terdapat gugus alkil yang tidak sejenis, misalnya etil dan metil, maka urutan penamaannya dilakukan ecara alfabetis. Misalnya, 3-etil-2,3-dimetil pentana.
Tidak semua senyawa organik mendukung kehidupan di bumi sepenuhnya, tetapi kehidupan seperti yang telah kita ketahui bergantung pula pada sebagian besar kimia anorganik; sebagai contoh: beberapa enzim bergantung pada logam transisi, seperti besi dan tembaga; dan senyawa bahan seperti cangkang/kulit, gigi dan tulang terdiri atas sebagian bahan organik,sebagian lain anorganik. Terlepas dari bahan dasar karbon, kimia anorganik hanya menguraikan senyawa karbon sederhana, dengan struktur molekul yang tidak mengandung karbon menjadi rantai karbon (seperti dioksida, asam, karbonat, karbida, dan mineral). Hal ini tidak berarti bahwa senyawa karbon tunggal tidak ada (yaitu: metana dan turunan sederhana). Biokimia sebagian besar menguraikan kimia protein (dan biomolekul lebih besar).Karena sifat yang spesifik, senyawa berantai karbon banyak menampilkan keanekaragaman senyawa organik yang ekstrim dan penerapan yang sangat luas. Senyawa-senyawa tersebut merupakan dasar atau unsur pokok beberapa produk (cat, plastik, makanan, bahan peledak, obat-obatan, petrokimia, beberapa nama lainnya) dan (terlepas dari beberapa pengecualian) bentuk senyawa merupakan dasar dari proses hidup.
Perbedaan bentuk dan reaktivitas molekul kimia menetapkan beberapa fungsi yang mengherankan, seperti katalis enzim dalam reaksi biokimia yang mendukung sistem kehidupan. Pembiakan otomatis alamiah dalam Kimia Organik dalam kehidupan seluruhnya. Kecenderungan dalam Kimia organik termasuk sintesis kiral, kimia hijau, kimia gelombang mikro,fullerene(karbon alotropis) dan spektroskopi gelombang mikro.
Gugus fungsional adalah kelompok gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.
Alkana
Alkana adalah sebuah hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah Cn H2n+2. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Nama lainnya adalah parafin.
Seluruh anggota alkana berakhiran dengan -ana.
Rantai karbon lurus
Alkana dengan jumlah atom 1 - 4 disebut
* Metana, CH4
* Etana, C2H6
* Propana, C3H8
* Butana, C4H10
Mulai dengan jumlah karbon mulai dari lima diberi nama dengan imbuhan jumlah yang ditentukan IUPAC diakhiri dengan -ana. Contohnya antara lain adalah pentana, heksana, heptana, dan oktana. Mulai dari butana, alkana dengan rantai karbon tidak bercabang diberi awalan n- (normal) untuk membedakannya dengan alkana lain yang bercabang dan berjumlah karbon sama. Penamaan ini penting karena ada alkana yang isomer lurus dan bercabangnya memiliki sifat yang berbeda.
Rantai karbon bercabang
Untuk memberi nama alkana dengan rantai bercabang digunakan langkah-langkah berikut:
* Cari rantai karbon terpanjang
* Beri nomor pada rantai tersebut, dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang
* Beri nama pada cabang-cabangnya
Nama alkana dimulai dengan nomor letak cabang, nama cabang, dan nama rantai utama. Contohnya adalah 2,2,4-trimetilpentana yang disebut juga isooktana. Rantai terpanjangnya adalah pentana, dengan tiga buah cabang metil (trimetil) pada karbon nomor 2, 2, dan 4.
Nama-nama lain
Beberapa nama ini dipertahankan oleh IUPAC
* Isobutana untuk 2-metilpropana
* Isopentana untuk 2-metilbutana
* Isooktana untuk 2,2,4-trimetilpentana
* Neopentana untuk 2,2-dimetilpropana
Alkil
Alkil adalah radikal univalen yang hanya mengandung atom karbon dan hidrogen yang disusun dalam satu rantai. Alkil membentuk rangkaian yang dapat disederhanakan dalam rumus Cn H2n+1. Misalnya, metil, CH3 (diturunkan dari metana) dan butil C4H9 (diturunkan dari butana). Alkil, sehari-hari tidak ditemukan dalam rantai-rantai tersendiri namun tergabung dalam molekul bercabang yang lebih besar. Alkil akan menjadi sangat reaktif sebagai radikal bebas bila dalam bentuk radikal.
Struktur sebuah alkil mirip dengan alkana yang kehilangan satu atom hidrogennya. Berikut adalah contoh struktur dari metil, alkil paling sederhana:
Reaksi
Alkil yang tidak terikat akan menjadi radikal bebas dan hanya akan terbentuk pada reaksi pertengahan (reaksi intermedier). Sebagai radikal bebas, alkil akan dengan sangat cepat bereraksi dengan elektron lain yang tidak berpasangan.
Penamaan
Penamaan alkil serupa dengan penamaan pada alkana. Akhiran selalu dituliskan -il. Sedangkan untuk awalan akan bergantung pada berapa banyak atom akrbon yang ada dalam molekul.
Jumlah karbon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Awalan Met Et Prop But Pent Heks Hept Okt Non Dek Undek Dodek
Contohnya, tiga alkil pertama disebut metil, etil, propil.
Penamaan digunakan pada struktur berantai cabang, seperti 3-metil pentana.
Struktur 3-metil pentana terdiri atas dua bagian. Yang pertama, rantai lurus terpanjang yang tediri dari 5 atom karbon, yang disebut pentana (diwarnai dengan warna biru). Yang kedua, gugus alkil, dengan panjang 1 karbon, disebut metil (warna merah). Alkil tersebut terdapat pada atom ketiga dari rabtai pentana, maka itu disebut 3-metil pentana.
Jika terdapat lebih dari satu gugus alkil yang berikatan pada rantai, amak digunakan awalan (seperti di, tri, tetra, dan lainnya).
Senyawa di atas disebut 2,3,3-trimetil pentana. Nomor di depan menandakan posisi dari tiga gugus metil dari rantai utama pentana.
Bila terdapat gugus alkil yang tidak sejenis, misalnya etil dan metil, maka urutan penamaannya dilakukan ecara alfabetis. Misalnya, 3-etil-2,3-dimetil pentana.
Senyawa Hidrokarbon
Senyawa
hidrokarbon terdiri atas karbon dan hidrogen. Bagian dari ilmu
kimia yang membahas senyawa hidrokarbon disebut kimia karbon.
Dulu ilmu kimia karbon disebut kimia organik, karena senyawa-senyawanya
dianggap hanya dapat diperoleh dari tubuh makhluk hidup dan tidak
dapat disintesis dalam pabrik. Akan tetapi sejaka Friedrich Wohler
pada tahun 1928 berhasil mensintesis urea (suatu senyawa yang
terdapat dalam air seni) dari senyawa anorganik, amonium sianat
dengan jalan memanaskan amonium sianat tersebut.
NH4+CNO- ® H2N - C - NH2
Begitu keberhasilan Wohler diketahui, banyaklah sarjana lain yang mencoba membuat senyawa karbon dari senyawa anorganik. Lambat laun teori tentang daya hidup hilang dan orang hanya menggunakan kimia organik sebagai nama saja tanpa disesuaikan dengan arti yang sesungguhnya. Sejaka saat itu banyak senyawa karbon berhasil disintesis dan hingga sekarang lebih dari 2 juta senyawa karbon dikenal orang dan terus bertambah setiap harinya. Apa sebabnya jumlah senyawa karbon sedemikian banyak bila dibandingkan dengan jumlah senyawa anorganik yang hanya sekitar seratus ribuan ?
Selain perbedaan jumlah yang sangat mencolok yang menyebabkan kimia karbon dibicarakan secara tersendiri , karena memang terdapat perbedaan yang sangat besar antara senyawa karbon dan senyawa anorganik seperti yang dituliskan berikut ini.
Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.
NH4+CNO- ® H2N - C - NH2
Begitu keberhasilan Wohler diketahui, banyaklah sarjana lain yang mencoba membuat senyawa karbon dari senyawa anorganik. Lambat laun teori tentang daya hidup hilang dan orang hanya menggunakan kimia organik sebagai nama saja tanpa disesuaikan dengan arti yang sesungguhnya. Sejaka saat itu banyak senyawa karbon berhasil disintesis dan hingga sekarang lebih dari 2 juta senyawa karbon dikenal orang dan terus bertambah setiap harinya. Apa sebabnya jumlah senyawa karbon sedemikian banyak bila dibandingkan dengan jumlah senyawa anorganik yang hanya sekitar seratus ribuan ?
Selain perbedaan jumlah yang sangat mencolok yang menyebabkan kimia karbon dibicarakan secara tersendiri , karena memang terdapat perbedaan yang sangat besar antara senyawa karbon dan senyawa anorganik seperti yang dituliskan berikut ini.
|
Senyawa
karbon
|
Senyawa
anorganik
|
|
|
Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.
Seputar Kimia Karbon
Karbon adalah Unsur keenam yang paling
banyak ditemukan di alam dan unsur ini adalah unsur utama dalam segala
sesuatu yang hidup di bumi. Atom karbon dilewatkan diantara benda hidup
melalui siklus karbon. Karbon berupa karbondioksida dalam udara, dan
membentuk bagian besar dari batu bara, minyak bumi dan gas alam. Karbon
murni sangat jarang di alam, meskipun dapat ditemukan pada salah satu
dari beberapa bentuk yang berbeda, atau Allotropes.
10. Yunus 24.
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air
(hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya
karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia
dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna
keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya[683], dan
pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya[684],
tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu
Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah
disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami
menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.
Karbon sebagai Bahan Bakar
Segala sesuatu yang dapat terbakar dengan mudah biasanya mengandung karbon. Batu bara, Arang, kayu dan kertas adalah susunan yang dipenuhi karbon. Atom karbon saling berikatan menyimpan banyak energi. Ketika karbom terbakar, setiap atom karbon terpisah dari atom-atom yang melingkupinya dan bereaksi dengan oksigen di udara untuk mebentuk karbondioksida. Energi yang terlepas sebagai panas.Allotrope
Atom-atom dari beberapa unsur dapat bergandengan dalam beberapa cara untuk menjadi bentuk yang berbeda yang disebut dengan Allotrope. Karbon ditemukan dalam 3 allotrope yaitu intan, grafit dan fullerene. Setiap allotrope memiliki sifat fisik yang berbeda. Grafit, intan dan fullerene hanya mengandung atom-atom karbon, tetapi pada setiap allotrope, karbon tersusun dalam susunan yang berbeda.Grafit
Beberapa minyal pelumas mesin dan semua isi pensil mengandung grafit. Grafit memiliki lapisan atom karbon yang dapat saling bergeser melintang. Ada ikatan yang kuat antara atom karbon dari setiap lapisan, tetapi ikatannya lemah antar lapisan. Karena lapisan-lapisan dapat bergerak antar satu lapisan dengan lainnya, grafit adalah materi yang cukup halus.Kubah Geodesi
Struktur stabil dari fullerens dapat berkerja dengan baik pada bangunan yang berskala besar. Pada tahun 1940, arsitek Bukminster Fuller mendesain suatu jenis bangunan yang disebut dengan Kubah geodesik. Kubah itu berbentuk sebuah jaringan dari segitiga yang membentuk sebuah bola. Bentuk ini sangat stabil dan memangkas banyak celah dengan sedikit material bangunan, membuatnya kuat tetapi ringan.Siklus Karbon
Atom karbon terus-menerus bersirkulasi melalui udara, hewan dan tanah. Daur ulang atom karbom ini di alam disebut dengan siklus karbon. Badan dari semua benda hidup mengandung karbon. Karbon asalnya dari karbodioksida dalam udara. Tumbuhan hijau dan beberapa bakteri mengambil karbondioksida dan menggunakkannya untuk membuat makanan. Ketika hewan memakan tumbuhan, mereka mengambil beberapa karbon. Karbon dioksida kembali lagi ke udara ketika benda hidup menghembuskan nafas, dan ketika membuang kotoran, mati dan membusuk.Perpindahan Atom
Tumbuhan hijau menggunakan karbondioksida dari udara untuk membuat makanan. Ketika binatang memakan tumbuhan, binatang menggunakan karbon untuk membentuk jaringan tubuh. Ketika hewan menghembuskan nafas, hal ini mengembalikan karbon ke udara sebagai karbondioksida. Ketika hewan mati dan membusuk, karbon dalam badannya kembali ke tanah. Dekomposer seperti cacing, bakteri dan jamur, memakan sisa-sisa pembusukan dari hewan. Setelah memakannya, dekomposer menghembuskan karbon dioksida ke udara. Tumbuhan hijau lalu mengambil karbondioksida dari udara, dan siklus ini terus berulang.Emulsi Koloid
Emulsi
adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair (fase
terdispersi) dengan zat cair lainnya (fase pendispersi). Emulsi tersusun
atas tiga komponen utama, yaitu: Fase terdispersi, fase pendispersi,
dan emulgator.
Ada dua tipe emulsi, yaitu:
a. Emulsi A/M yaitu butiran-butiran air terdispersi dalam minyak
b. Emulsi M/A yaitu butiran-butiran minyak terdispersi dalam air.
Pada
emulsi A/M, maka butiran-butiran air yang diskontinyu terbagi dalam
minyak yang merupakan fase kontinyu, Sedangkan untuk emulsi M/A adalah
sebaliknya. Kedua zat yang membentuk emulsi ini harus tidak atau sukar
membentuk larutan dispersirenik
Zat Pengemulsi (Emulgator)
Emulsi
merupakan suatu sistem yang tidak stabil. Untuk itu kita memerlukan
suatu zat penstabil yang disebut zat pengemulsi atau emulgator. Tanpa
adanya emulgator, maka emulsi akan segera pecah dan terpisah menjadi
fase terdispersi dan medium pendispersinya, yang ringan terapung di atas
yang berat. Adanya penambahan emulgator dapat menstabilkan suatu emulsi
karena emulgator menurunkan tegangan permukaan secara bertahap. Adanya
penurunan tegangan permukaan secara bertahap akan menurunkan energi
bebas yang diperlukan untuk pembentukan emulsi menjadi semakin minimal.
Artinya emulsi akan menjadi stabil bila dilakukan penambahan emulgator
yang berfungsi untuk menurunkan energi bebas pembentukan emulsi
semaksimal mungkin. Semakin rendah energi bebas pembentukan emulsi maka
emulsi akan semakin mudah terbentuk. Tegangan permukaan menurun karena
terjadi adsorpsi oleh emulgator pada permukaan cairan dengan bagian
ujung yang polar berada di air dan ujung hidrokarbon pada minyak.
Daya
kerja emulgator disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat
baik dalam minyak maupun dalam air. Bila emulgator tersebut lebih
terikat pada air atau larut dalam zat yang polar maka akan lebih mudah
terjadi emulsi minyak dalam air (M/A), dan sebaliknya bila emulgator
lebih larut dalam zat yang non polar, seperti minyak, maka akan terjadi
emulsi air dalam minyak (A/M). Emulgator membungkus butir-butir cairan
terdispersi dengan suatu lapisan tipis, sehingga butir-butir tersebut
tidak dapat bergabung membentuk fase kontiniyu. Bagian molekul emulgator yang non polar larut dalam lapisan luar butir-butir lemak sedangkan bagian yang polar menghadap ke pelarut air.
Pada
beberapa proses, emulsi harus dipecahkan. Namun ada proses dimana
emulsi harus dijaga agar tidak terjadi pemecahan emulsi. Zat pengemulsi
atau emulgator juga dikenal sebagai koloid pelindung, yang dapat
mencegah terjadinya proses pemecahan emulsi, contohnya:Gelatin,
digunakan pada pembuatan es krim; Sabun dan deterjen; Protein; Cat dan
tinta; Elektrolit .
Kestabilan Emulsi
Bila
dua larutan murni yang tidak saling campur/ larut seperti minyak dan
air, dicampurkan, lalu dikocok kuat-kuat, maka keduanya akan membentuk
sistem dispersi yang disebut emulsi. Secara fisik terlihat seolah-olah
salah satu fasa berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. Bila proses
pengocokkan dihentikan, maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan
kembali, sehingga kondisi emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati
pada sistem dispersi terjadi dalam waktu yang sangat singkat .
Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu:
1.
Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya
ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan
mengendap,
2.
Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan
ganda elektrik yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi
koloid
Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas emulsi, adalah:
1. Tegangan antarmuka rendah
2. Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
3. Tolakkan listrik double layer
4. Relatifitas phase pendispersi kecil
5. Viskositas tinggi.
Surfaktan (surface active agents)
Surfaktan (surface active agents),
zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung untuk
terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai
orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun
merupakan salah satu contoh dari surfaktan. Molekul surfaktan mempunyai
dua ujung yang terpisah, yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non
polar (hidrofobik) . Surfaktan dapat digolongkan menjadi dua golongan
besar, yaitu surfaktan yang larut dalam minyak dan surfaktan yang larut
dalam air.
1. Surfaktan yang larut dalam minyak
Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini, yaitu senyawa polar berantai panjang, senyawa fluorokarbon, dan senyawa silikon.
2. Surfaktan yang larut dalam pelarut air
Golongan
ini banyak digunakan antara lain sebagai zat pembasah, zat pembusa, zat
pengemulsi, zat anti busa, detergen, zat flotasi, pencegah korosi, dan
lain-lain. Ada empat yang termasuk dalam golongan ini, yaitu surfaktan
anion yang bermuatan negatif, surfaktan yang bermuatan positif,
surfaktan nonion yang tak terionisasi dalam larutan, dan surfaktan
amfoter yang bermuatan negatif dan positif bergantung pada pH-nya.
Surfaktan
menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan
hidrogen pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala
hidrofiliknya pada permukaan air dengan ekor-ekor hidrofobiknya
terentang menjauhi permukaan air. Sabun dapat membentuk misel
(micelles), suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon
panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat
hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar, sedangkan ujung ion
bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Karena adanya rantai
hidrokarbon, sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah
benar-benar larut dalam air, tetapi dengan mudah akan tersuspensi di
dalam air.
Sifat Larutan Yang Mengandung Surfaktan
Larutan
surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak
pada daerah konsentrasi yang tertentu. Perubahan yang mendadak ini
disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa
molekul surfaktan menjadi satu, yaitu pada konsentrasi kritik misel
(CMC) .
Pada
konsentrasi kritik misel terjadi penggumpalan atau agregasi dari
molekul-molekul surfaktan membentuk misel. Misel biasanya terdiri dari
50 sampai 100 molekul asam lemak dari sabun Sifat-sifat koloid dari
larutan elektrolit sodium dedosil sulfat dapat dilihat pada gambar 2.4,
dibawah ini:
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi nilai cmc, untuk deret homolog
surfaktan rantai hidrokarbon, nilai cmc bertambah 2x dengan berkurangnya
satu atom C dalam rantai. Gugus aromatik dalam rantai hidrokarbon akan
memperbesar nilai cmc dan juga memperbesar kelarutan. Adanya garam
menurunkan nilai cmc surfaktan ion. Penurunan cmc hanya bergantung pada
konsentrasi ion lawan, yaitu makin besar konsentrasinya makin turun
cmc-nya.Secara umum misel dibedakan menjadi dua, yaitu: struktur lamelar
dan sterik seperti telihat pada gambar dibawah ini:
Struktur misel, (a) sterik (b) lamelar
<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>
Cara Penentuan CMC
Karena
pada cmc terjadi penggumpalan dari molekul surfaktan, maka cara
penentuan cmc dapat menggunakan cara-cara penentuan besaran fisik yang
menunjukkan perubahan dari keadaan ideal menjadi tak ideal. Di bawah cmc
larutan menjadi bersifat ideal. Sedangkan diatasnya cmc larutan
bersifat tak ideal. Besaran fisik yang dapat digunakan ialah tekanan
osmosa, titik beku larutan, hantaran jenis atau hantaran ekivalen,
kelarutan solubilisasi, indeks bias, hamburan cahaya, tegangan
permukaan, dan tegangan antarmuka.
Literatur :
Adamsons, Arthur W. 1982. Physical Chemistry of Surface. A wiley-Interscience Publication, United State of America.
Proses Oksidasi Lemak Pada Makanan
Oksidasi
lemak dalam bahan makanan dapat terjadi bila suhu dinaikan atau selama
penyimpanan. Hal ini mendorong terbentuknya peroksida melalui
pembentukan hidroperoksida yang selanjutnya dapat mengalami
degradasi menjadi senyawa aldehida. Pembentukan aldehida yang mudah
menguap menyebabkan bau khas pada lemak yang disebut proses ketengikan .
Ada
dua faktor yang mempengaruhi terjadinya oksidasi asam lemak pada bahan
makanan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
meliputi kandungan trigliserida alami dalam bahan, komponen minor yang
memiliki sifat anti oksidatif seperti tokoferol, bahan-bahan kontaminan
seperti zat besi, tembaga dan nikel serta bahan tambahan (anti oksidasi
komersial), sedangkan faktor eksternal meliputi oksigen dan sebagai
pemicu berlangsungnya oksidasi adalah sinar terutama sinar ultra violet
dan panas yang dapat mempercepat proses oksidasi.
Literatur :
Lin, S.S., 1991, Fats and Oils Oxidation in Introduction to Fats ans Oils Technology, An.Oil Chem Soc., Champaign, Illinois.
Divino, G.L. Koehler. P.E. and Akoh C.C. 1996. Enzymatic and autooxidation of Defeated Peanut, J. Food Sci.,61
Sistem Koloid
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid. Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid. Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita.
Koloid adalah suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
- Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
- Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Berdasarkan fase terdispersi maupun fase pendispersi suatu koloid dibagi sebagai berikut :
|
Fase Terdispersi
|
Pendispersi
|
Nama koloid
|
Contoh
|
|
Gas
|
Gas
|
Bukan koloid, karena gas bercampur secara homogen
|
|
|
Gas
|
Cair
|
Busa
|
Buih, sabun, ombak, krim kocok
|
|
Gas
|
Padat
|
Busa padat
|
Batu apung, kasur busa
|
|
Cair
|
Gas
|
Aerosol cair
|
Obat semprot, kabut, hair spray di udara
|
|
Cair
|
Cair
|
Emulsi
|
Air santan, air susu, mayones
|
|
Cair
|
Padat
|
Gel
|
Mentega, agar-agar
|
|
Padat
|
Gas
|
Aerosol padat
|
Debu, gas knalpot, asap
|
|
Padat
|
Cair
|
Sol
|
Cat, tinta
|
|
Padat
|
Padat
|
Sol Padat
|
Tanah, kaca, lumpur
|
Senyawa Karbon
Senyawa-senyawa yang berasal dari makhluk hidup diketahui
mengandung karbon. Misalnya, gula, urea, asam cuka, alcohol, dan
berbagai macam vitamin. Pada awalnya, senyawa seperti itu tidak dapat
dibuat di laboratorium, sehingga disebut senyawa organik. Bahkan pernah
timbul anggapan, yaitu vitalisme, yang mengatakan bahwa pembentukan
senyawa organik memerlukan daya hidup. Senyawa lainnya tidak harus
berasal dari makhluk hidup disebut senyawa anorganik.
Pada tahun 1828, Freiderich Wohler berhasil membuat urea dari amonium sianat melalui pemanasan.
NH4CNO → CO(NH2)2
Amonium Sianat Pemanasan Urea
Sejak penemuan Wohler tersebut, jutaan senyawa organic berhasil disintesis. Bahkan kini banyak senyawa karbon sintetik yang tidak terdapat dalam makhluk hidup tetapi karena kemiripan sifatnya digolongkan ke dalam senyawa organic. Walaupun telah berhasil dibuat di laboratorium, penggolongan senyawa kimia atas senyawa organic dan senyawa anorganik tetap digunakan. Akan tetapi, penggolongan itu kini didasarkan pada sifat-sifat senyawa tersebut. Kini tidak kurang dari 9 juta senyawa karbon organik telah dikenal, sementara hanya sekitar 500 ribu jumlah senyawa anorganik. Sebagian kecil senyawa karbon, seperti CO, CO2, karbonat, dan sianida, tergolong senyawa anorganik. Senyawa karbon organik dibahas secara khusus dalam suatu cabang ilmu kimia yang disebut kimia organik.
1. Dengan reaksi pembakaran : timbal warna hitam (carbón).
2. Dapat mengeruhkan air kapur, karena CO2 dapat mengeruhkan air kapur.
Untuk menunjukkan adanya atom H yaitu dengan cara mengubah warna kertas kobalt (II) klorida dari biru menjadi merah. Karena air (H2O) mengubah warna kertas kobalt biru menjadi merah.
Penggolongan Senyawa Karbon, yaitu :
1. Alifatik (rantai C terbuka), terdiri dari :
a. Jenuh (ikatan C tunggal).
b. Tak jenuh (ikatan C ganda), terdiri dari ganda 2 dan ganda 3.
2. Siklik (rantai C tertutup), terdiri dari :
a. Alisiklik (sifatnya mirip alifatik, tapi siklik).
b. Aromatik (cincin dengan 6 karbon (C) yaitu benzen dan turunannya.
c. Heterosiklik (ada atom lain selain atom C dan H).
Catatan : Semua penggolongan di atas dapat berupa rantai lurus/ bercabang.
Pada tahun 1828, Freiderich Wohler berhasil membuat urea dari amonium sianat melalui pemanasan.
NH4CNO → CO(NH2)2
Amonium Sianat Pemanasan Urea
Sejak penemuan Wohler tersebut, jutaan senyawa organic berhasil disintesis. Bahkan kini banyak senyawa karbon sintetik yang tidak terdapat dalam makhluk hidup tetapi karena kemiripan sifatnya digolongkan ke dalam senyawa organic. Walaupun telah berhasil dibuat di laboratorium, penggolongan senyawa kimia atas senyawa organic dan senyawa anorganik tetap digunakan. Akan tetapi, penggolongan itu kini didasarkan pada sifat-sifat senyawa tersebut. Kini tidak kurang dari 9 juta senyawa karbon organik telah dikenal, sementara hanya sekitar 500 ribu jumlah senyawa anorganik. Sebagian kecil senyawa karbon, seperti CO, CO2, karbonat, dan sianida, tergolong senyawa anorganik. Senyawa karbon organik dibahas secara khusus dalam suatu cabang ilmu kimia yang disebut kimia organik.
1. Dengan reaksi pembakaran : timbal warna hitam (carbón).
2. Dapat mengeruhkan air kapur, karena CO2 dapat mengeruhkan air kapur.
Untuk menunjukkan adanya atom H yaitu dengan cara mengubah warna kertas kobalt (II) klorida dari biru menjadi merah. Karena air (H2O) mengubah warna kertas kobalt biru menjadi merah.
Penggolongan Senyawa Karbon, yaitu :
1. Alifatik (rantai C terbuka), terdiri dari :
a. Jenuh (ikatan C tunggal).
b. Tak jenuh (ikatan C ganda), terdiri dari ganda 2 dan ganda 3.
2. Siklik (rantai C tertutup), terdiri dari :
a. Alisiklik (sifatnya mirip alifatik, tapi siklik).
b. Aromatik (cincin dengan 6 karbon (C) yaitu benzen dan turunannya.
c. Heterosiklik (ada atom lain selain atom C dan H).
Catatan : Semua penggolongan di atas dapat berupa rantai lurus/ bercabang.
Peraih Hadiah Nobel Kimia 2008
Selamat!, pada ketiga pemenang nobel kimia 2008 yaitu;
- Osamu Shimomura, dari Marine Biological Laboratory (MBL), Woods Hole, MA, USA and Boston University Medical School, MA, USA,
- Martin Chalfie, dari Columbia University, New York, NY, USA
- Roger Y. Tsien, dari University of California, San Diego, La Jolla, CA, USA
Untuk penemuan dan pengembangan GFP (green fluorescent protein)
GFP Protein Yang Bersinar – Mercusuar Untuk Bidang Biokimia
Apa itu GFP? GFP merupakan singkatan dari “green
fluorescent protein” atau kalau dibahasa Indonesiakan menjadi “protein
ber-flouresensi hijau” GFP adalah protein yang mengandung asam amino 238
(26,9 KDa) dari spesies ubur-ubur Aequorea Victoria yang bisa
berflouresensi warna hijau dengan adanya penyinaran warna biru (sinar
ultraviolet).
GFP (Green Fluorescent Protein) pertama kali
ditemukan di dalam spesies ubur-ubur, Aequorea Victoria pada tahun 1962.
Sejak saat itu protein ini menjadi salah satu sarana yang sangat
penting untuk dipergunakan dalam penelitian-penelitian biosains modern.
Dengan menggunakan GFP ini maka peneliti bisa mengembangakan cara untuk
melacak sintesis protein, menentukan lokasi protein tertentu, atau
mengetahui pergerakan protein di dalam sel makhluk hidup.
Di dalam sel tubuh kita terdapat puluhan hingga
ratusan protein yang beraneka jenis fungsinya, protein-protein tersebut
memegang peranan yang penting dalam mengontrol proses kimia yang
berlangsung di dalam sel. Bayangkan apabila terjadi malfungsi dalam
produksi protein itu maka yang terjadi adalah datanganya penyakit dalam
tubuh. Oleh sebab itu maka sangat penting bagi para ilmuwan biosains
untuk bisa memetakan berbagai macam protein tersebut yang terdapat di
dalam tubuh.
Dengan menggunakan teknologi DNA, para ilmuwan telah
berhasil menggabungkan GFP dengan berbagai macam jenis protein lain
sehingga pergerakan, posisi, dan interaksi protein ini bisa diamati.
Para peneliti juga bisa mengikuti tujuan berbagai macam sel dengan
bantuan GFP seperti sel-sel rusak penyebab penyakit Alzheimer atau
bagaimana terciptanya sel beta- penghasil insulin dalam pankreas janin
yang baru berkembang. Satu hal yang sangat spektakuler adalah
keberhasilan para ilmuwan untuk memberi “protein tag” sel syaraf tikus
dengan berbagai warna sehingga para ilmuwan bisa mempelajari berbagai
macam protein berbeda yang bekerja dalam waktu bersamaan
Melihat pentingnya peranan GFP itulah maka Panitia Nobel Kimia 2008 menganugerahkan hadiah Nobel kepada para ilmuwan berikut:
Melihat pentingnya peranan GFP itulah maka Panitia Nobel Kimia 2008 menganugerahkan hadiah Nobel kepada para ilmuwan berikut:
Osamu Shimomura
Orang pertama yang mengisolasi GFP dari spesies ubur-ubur Aequorea victoria, dia menemukan bahwa protein ini bersinar dengan warna hijau cerah dibawah sinar ultraviolet.which
Orang pertama yang mengisolasi GFP dari spesies ubur-ubur Aequorea victoria, dia menemukan bahwa protein ini bersinar dengan warna hijau cerah dibawah sinar ultraviolet.which
Martin Chalfie
Menunjukan penggunaan GFP sebagai penanda genetic pada berbagai fenomena biologi. Pada salah satu penelitian pertamanya dia berhasil memberi warna 6 sel Caenorhabditis elegans dengan menggunakan GFP.
Menunjukan penggunaan GFP sebagai penanda genetic pada berbagai fenomena biologi. Pada salah satu penelitian pertamanya dia berhasil memberi warna 6 sel Caenorhabditis elegans dengan menggunakan GFP.
Roger Y. Tsien,
Berkontribusi pada pemahaman umum bagaimana GFP berflouresensi. Dia juga telah mengembangkan cara pemberian warna lain selain hijau sehingga hal ini bermanfaat bagi banyak ilmuwan yang ingin mempelajari berbagai macam proses biologis dalam waktu bersamaan.
Berkontribusi pada pemahaman umum bagaimana GFP berflouresensi. Dia juga telah mengembangkan cara pemberian warna lain selain hijau sehingga hal ini bermanfaat bagi banyak ilmuwan yang ingin mempelajari berbagai macam proses biologis dalam waktu bersamaan.
Sumber
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=40501http://www.answers.com/topic/green-fluorescent-protein
http://www.sciencebase.com/science-blog/nobel-prize-for-chemistry-2008.html
http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/2008/press.html
Jumat, 10 Februari 2012
Sejarah Kimia Kuno dan Modern
Ilmu kimia memiliki kronologi yang panjang terentang dari masa prasejarah. Mari kita intip pencapaian-pencapaian kimia pertama umat manusia, lalu membandingkannya pencapaian-pencapaian kimia terbaru sekarang.
Masa Awal
7000 – 6000 BC. Produksi timbal dan tembaga berkembang di Anatolia, Turki
3500 BC. Produksi tembaga dan perunggu menyebar di Timur Tengah
2700 BC. Bukti pembuatan benda besi dari besi meteorit
2500 BC. Berat standar digunakan di Sumeria. Pekerjaan logam lembaran perak dilakukan.
2500 BC. Pembuatan gelas di Mesopotamia.
2000 – 1000 BC. Bangsa Hittite mengembangkan teknologi besi.
1550 BC. Gelas pertama kali dibuat di Mesir.
950 – 500 BC. Zaman Besi pertama di Eropa. Ekstraksi dan pekerjaan besi menyebar bertahap di benua ini.
600 BC. Pertambangan timah di Cornwall. Di China, Lao Tzu menjelaskan filsafatnya, yang disebut Taoisme, dalam Tao Te Ching
(Jalan hidup). Alam semesta dilihat sebagai hal-hal yang bertentangan,
“yang” sebagai prinsip jantan, positif, panas, dan cahaya, “yin” sebagai
prinsip betina, negatif, dingin, dan gelap. Lima unsur, tanah, air,
api, logam, dan kayu, diyakini terbentuk akibat pertarungan antara kedua
gaya ini. China memproduksi bubuk mesiu dan diduga telah mampu
menghasilkan asam nitrat. Di Yunani, teori kalau semua zat dibangkitkan
dari satu materi utama, zat tanpa bentuk, diajukan.
580 BC. Teori awal materi diajukan oleh filsuf Yunani, Thales, mengatakan kalau semua benda terbuat dari air.
569 BC. Bukti penggunaan bellow untuk pekerjaan metalurgi di Anacharsis, Scythia.
560 BC. Materi dijelaskan dalam hal dingin, panas, kering, dan basah oleh filsuf Yunani, Anaximander.
Sekarang kita lompat 2556 Tahun!
Masa Sekarang
1996.
Peter Armbruster, Sigurd Hofmann dan rekan-rekannya dari Gesellschaft
für Schwerionenforschung di Darmstadt, Jerman menemukan unsur ununbium.
Ini adalah nama sementaranya.
1998.
Fisikawan Rusia, Yuri Oganessian, Vladimir Utyonkov dan rekan-rekannya
di Lembaga Bersama Penelitian Nuklir di Dubna, Rusia, menemukan unsur
ununquadium. Ini adalah nama sementaranya.
1999.
Ilmuan Amerika, Kenneth Gregorich, Victor Ninov, dan rekan-rekannya di
Laboratorium Nasional Berkeley Lawrence di California menemukan unsur
ununhexium. Ini nama sementara. Mereka juga mengumumkan kalau mereka
telah menemukan ununoctium namun menarik pernyataan tersebut.
2001.
Ilmuan di Laboratorium Nasional Brookhaven di New York mengumumkan
kalau mereka telah menggunakan sebuah pemercepat partikel untuk
menciptakan materi dengan kepadatan tertinggi yang pernah dilihat di
Bumi. Dengan menghantamkan inti atom emas pada kecepatan mendekati
cahaya, para ilmuan menghasilkan kepadatan lebih dari 20 kali yang
ditemukan di inti materi biasa.
2002. Para ilmuan menciptakan molekul yang terdiri dari empat atom nitrogen (molekul nitrogen di udara hanya memiliki dua atom).
2003. Para ilmuan mengembangkan benang yang tersusun dari tabung nano yang lebih keras dari bahan alami atau buatan manapun.
2004.
Para ilmuan dari Laboratorium Nasional Livermore Lawrence di California
dan Lembaga Bersama Penelitian Nuklir di Dubna, Rusia, mengumumkan
kalau mereka telah menemukan dua unsur kimia baru: ununtrium (113) dan ununpentium (115).
2005.
Para kimiawan Jepang dan Amerika mensintesis nikel galium sulfida, yang
dapat berperilaku sebagai bahan magnet cair pada suhu mendekati nol
mutlak. Teoritikus telah mengajukannya pertama kali pada tahun 1975.
Sumber
Diagram Visual Information. 2006. The Facts on File Chemistry Handbook.
Langganan:
Postingan (Atom)