Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Mesin Pencari Buatan Facebook

facebooksearchengine Mesin Pencari Buatan Facebook

Facebook tengah menyiapkan sebuah proyek ambisius untuk tambahan fitur terbaru di situsnya. Raksasa jejaring sosial itu tengah menyiapkan mesin pencari sendiri.
Demi memuluskan langkahnya tersebut, Facebook tidak main-main. Situs besutan Mark Zuckerberg itu kabarnya telah memerintahkan dua lusin alias 24 insinyur terbaiknya, yang dipimpin langsung mantan engineer Google Lars Rasmussen untuk mengerjakan fitur mesin pencari ini.
Rumor itu sendiri merebak dari orang dalam Facebook, yang mengatakan bila mesin pencari ini berhasil maka dapat menolong pengguna untuk mengatur dan mencari konten. Seperti status update dan artikel, video dan informasi lainnya di sesama anggota Facebook lainnya.
Dilansir dari Telegraph, Kamis (5/4/2012), belum ada komentar resmi terkait bocoran mesin pencari rasa lokal besutan Facebook.

Sebetulnya, Facebook telah mempunyai mesin pencari sendiri walaupun merupakan kolaborasi dengan Bing, search engine milik Microsoft. Akan tetapi, kerjasama yang terjalin beberapa tahun lalu itu belum digarap dengan serius.
Bila ini benar, aksi yang dilakukan Facebook ini seakan aksi balas dendam terhadap Google. Karena seperti diketahui, Google telah melewati ‘batas tetorial’ Facebook dengan menciptakan sang pesaing, yakni Google+.

Multiply Pindah Kantor Ke Indonesia


multiply pindah kantor ke indonesia Multiply Pindah Kantor Ke Indonesia

Berbeda dengan vendor lainnya yang enggan membuka kantor cabang ataupun sekedar meletakkan servernya di Indonesia, Multipy justru akan memindahkan kantor pusatnya dari Florida, Amerika Serikat, ke Jakarta, Indonesia.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh pendiri dan CEO Multily.com, Peter Pezaris, pada Sabtu (28/1/2012) pada event Multiply Online Seller Convention (MOSCon) di The Hall, Senayan City Jakarta.

Langkah itu dimaksudkan untuk menggaet potensi pasar Indonesia guna mengembangkan bisnis e-commerce yang mulai dirintis.
“Terus meningkatnya penduduk Indonesia dan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap belanja online mendorong Multiply untuk menjalankan bisnis secara serius di Indonesia. Oleh karena itu, Multiply memutuskan untuk memindahkan kantor pusat kami dari Florida ke Indonesia,” kata Peter Pezaris.

Layanan yang awalnya dirancang untuk berbagi foto, video, musik, dan blog di internet, Multiply.com, dalam perkembangannya banyak digunakan pengguna untuk berjualan barang.
Country Manager Multiply Indonesia Daniel Tumiwa mengatakan perpindahan kantor pusat dari Florida ke Indonesia bertujuan mempermudah pelayanan kepada pelaku bisnis e-commerce Multiply. “Jadi kalau ada masalah dari jual-beli online ini kami bisa merespons cepat. Soalnya dalam bisnis ini kami sangat menekankan keamanan dalam transaksi.”

Total pengguna Multiply di Indonesia tergolong besar, yakni 2,3 juta orang dari total pengguna akun secara global sebesar 18 juta orang. Sejak diluncurkan pada bulan Februari 2011, jumlah online merchant sebanyak 25.000 meningkat lebih dari 100% menjadi 60.000 di bulan Januari 2012.  rimbonews.com

Senjata Pelacak Cyber Attack Buatan Jepang


hacker Senjata Pelacak Cyber Attack Buatan Jepang

Internet mulai mengancam penggunanya. Berbagai cara mulai dikembangkan untuk mengatasi hal tersebut.
Dilansir dari Physorg, Jepang sedang mengembangkan sejenis virus yang diklaim mampu mendeteksi sumber serangan cyber sekaligus menetralisasikannya. Laporan yang dikutip dari harian Yomiuri Shinbun itu mengatakan bahwa pengembangan senjata cyber merupakan puncak dari insiden serangan cyber pada sistem komputer yang dijalankan oleh sekitar 200 pemerintahan lokal Jepang bulan November lalu.


Itu merupakan kesekian kalinya setelah pada Oktober silam, komputer di parlemen Jepang mendapat serangan cyber. Serangan itu bermula dari sebuah email yang setelah diselidiki terhubung dengan sebuah server di Cina. Di musim panas lalu, komputer-komputer di kedutaan dan konsulatnya di sembilan negara juga terinfeksi virus akibat serangan cyber.
Oleh karena itu, pemerintah Jepang menjalankan proyek berjangka tiga tahun tersebut dengan memercayakannya kepada perusahaan teknologi Fujitsu. Dengan dana sebesar 179 juta Yen (sekitar US$ 2,3 juta), virus ini dapat digunakan sebagai perlengkapan untuk memonitor dan menganalisa serangan.

Untuk membuat senjata cyber ini, pemerintah Jepang juga terpaksa harus membuat perubahan dalam perundang-undangannya yang melarang pembuatan virus komputer. Saat ini, senjata tersebut sedang dalam proses percobaan dalam lingkungan terbatas, untuk meneliti pola aplikasinya.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Cina juga telah mengembangkan senjata cyber sejenis.

Kamis, 15 Desember 2011

Fanpage Facebook dan SEO


Menghilangkan Sidebar Pada Wordpress