Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Selasa, 24 Januari 2012

Undip Urutan Empat PTN Pilihan SNMPTN Undangan

Kampus Undip Jurusan Elektro

Universitas Diponegoro Semarang, Provinsi Jawa Tengah menduduki urutan ke empat dari 60 perguruan tinggi negeri yang dipilih peserta Seleksi Nasional Masuk PTN atau SNMPTN jalur undangan. Rektor Undip, Prof. Sudharto P. Hadi di Semarang, Jumat (18/3), mengatakan jumlah pendaftar Undip melalui SNMPTN jalur undangan hingga batas akhir pendaftaran pada 12 Maret lalu mencapai 22.732 orang.

Dengan jumlah pendaftar sebanyak 22.732 orang itu, kata dia, Undip menduduki peringkat empat dari total pendaftar sebanyak 132.000 orang yang mendaftar di 60 PTN yang ikut SNMPTN jalur undangan. Menurut dia, jumlah pendaftar SNMPTN jalur undangan sebenarnya dipengaruhi oleh banyaknya program studi yang ditawarkan, semakin banyak program studi yang dimiliki tentunya memengaruhi jumlah pendaftar.

Ia menyebutkan urutan pertama adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 68 program studi, kedua Universitas Indonesia dengan 55 program studi, dan ketiga Universitas Padjajaran dengan 51 program studi. "Undip menduduki urutan empat dengan 43 program studi yang ditawarkan. Pendaftar terbanyak pada Fakultas Kedokteran dengan 2.219 pendaftar pilihan pertama dan 2.729 pendaftar pilihan kedua," katanya.

Itu untuk program studi eksakta, kata dia, sementara program studi sosial yang paling banyak jumlah pendaftarnya adalah Akuntansi dengan 1.496 pendaftar pilihan pertama dan 1.721 pendaftar pilihan kedua. Dari jumlah pendaftar melalui SNMPTN jalur undangan sebanyak itu, kata dia, nantinya akan disaring lagi menjadi sekitar 20 persen dari daya tampung program strata 1 (S1) Undip yang mencapai 8.445 orang.

"Kami berkomitmen untuk menetapkan kuota mahasiswa baru melalui SNMPTN, baik jalur undangan maupun ujian tulis sebesar 60 persen, 40 persen sisanya akan diambilkan dari jalur mandiri," kata Sudharto.

Sementara itu, Pembantu Rektor I Universitas Negeri Semarang, Agus Wahyudin menyebutkan total jumlah pendaftar Unnes melalui SNMPTN jalur undangan hingga batas akhir pendaftaran tercatat sebanyak 16.038 orang. Program studi yang paling banyak dipilih pendaftar, kata dia, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan jumlah 2.330 pendaftar, diikuti Pendidikan Bahasa Inggris dengan pendaftar sebanyak 582 orang.

"Dari jumlah pendaftar sebanyak itu, nantinya akan diverifikasi dan diseleksi panitia pusat, misalnya pendaftar pilihan pertama diprioritaskan, setelah itu hasilnya diumumkan pada 18 Mei 2011," kata Agus.
Sumber: Antara

Daftar PTN Jalur undangan Dibuka 1-9 Februari 2012

Perpustakaan Kampus ITS


Mulai 1–9 Februari mendatang, siswa SMA/SMK/MA sederajat yang memiliki prestasi akademik terbaik di sekolahnya dapat mengikuti pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Mereka dapat mengikuti pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2012 melalui jalur undangan berdasarkan prestasi.” Ini merupakan informasi awal yang kami terima dari panitia pusat SNMPTN 2012. Jalur ini nantinya diisi oleh siswasiswi yang ingin masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa melalui jalur ujian tulis.Mereka dijaring sesuai prestasi akademiknya di sekolah,” ungkap Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Agus Wahyudin belum lama ini.
Dia mengatakan,jalur ini dibuka untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa berprestasi akademik memperoleh pendidikan tinggi. ”Selain itu,memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kepala sekolah untuk menjadi bagian dari pelaksanaan seleksi awal di tingkat sekolah,” tambahnya. Lebih lanjut dikatakan, para pendaftar nantinya harus mendapatkan rekomendasi dari kepala SMA/SMK/MA masing- masing.

Kepala sekolahlah yang melakukan pemeringkatan terhadap siswanya sesuai jurusan IPA, IPS, atau bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional (UN) 2012. ”Pada jalur ini, pendaftar dapat memilih maksimal dua PTN yang diminati dan dua program studi pada tiap-tiap PTN. Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan,”tukasnya.
Biaya pendaftaran,kata dia, sebesar Rp175.000 dan pengumuman penerimaan akan disampaikan pada 25 Mei 2012. Sementara untuk daftar ulang diselenggarakan pada 6–7 Juni 2012.  

Informasi dan daftar sekolah yang diundang dapat dilihat di laman resmi SNMPTN jalur ini di http://undangan.snmptn.ac.id ”Mungkin sekarang laman tersebut belum dibuka,tapi tak lama lagi pasti aktif,”katanya lagi.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro Semarang Sudharto menambahkan, pelaksanaan jalur masuk melalui prestasi akademik bagi siswasiswi setingkat SMA/SMK/- MA sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan sekolah mencerdaskan siswanya. ”Perguruan tinggi negeri mengapresiasi hasil pembelajaran di sekolah melalui jalur ini,” katanya kemarin. ?susilo himawan

Sekolah Biasa pun Tidak Kalah oleh RSBI


 
Sekolah negeri berlabel ‘Berstandar Internasional’ ternyata tidak menjamin kualitas sekolah. Menurut data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), untuk kasus di Jakarta pada tahun 2010, SMA 77 DKI Jakarta yang bukan berstandar internasional mampu menduduki ranking I untuk urusan Ujian Nasional (UN).
Prestasi tersebut jauh melampaui sekolah yang menambahkan label ‘berstandar internasional’ yakni SMA 3, SMA 8, SMA 13, SMA 28, SMA 68, SMA 70,SMA 78, SMA 81,SMA Labschool Rawamangun dan SMA Al Azhar.
Sementara pada kompetisi UN 2011, peringkat I diperoleh SMA bukan berstandar internasional yakni SMA 99 Jakarta.

“Jadi secara kualitas, bisa bersaing,” kata Sekjen FSGI Retno Listyarti kepada detikcom, Kamis (27/10/2011).
Sehingga, RAPBN 2012 yang menganggarkan Rp 242 miliar untuk sekolah negeri berstandar internasional dinilai tidak logis. Sebab, sekolah negeri yang biasa (bukan berstandar internasional) dijatah kurang dari separuh sekolah bertaraf internasional tersebut yakni hanya Rp 108 miliar.
“Kami menilai bahwa kebijakan sekolah berstandar internasional ini sangat diskriminatif dan jauh dari rasa keadilan. Sekolah unggulan yang kemudian dijadikan sekolah RSBI notabene adalah sekolah-sekolah kaya yang muridnya juga kaya-kaya. Sudah kaya malah diberi blockgrant (anggaran khusus-red) senilai ratusan juta rupiah,” ucap Retno.
Menurutnya, dari awal pembentukan sekolah internasional sudah dipersoalkan FSGI dan berbagai LSM lainnya. Sebab, prediksi para pemerhati pendidikan tersebut, sekolah berembel-embel internasional hanya membuat ‘kasta sosial’ diakui secara sah didunia pendidikan.
Sebagai catatan, saat ini UU yang menjadi dasar sekolah internasional sedang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“FSGI bersama Koalisi Pendidikan, ICW dan Elsam dalam proses melakukan judicial review atas pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas yang menjadi dasar hukum pelaksanaan SBI. Kami menilai bahwa kebijakan SBI ini sangat diskriminatif,” tandas Retno.

“Pemerintah hanya senang kepada yang unggul-unggul. Sementara sekolah miskin, malah tidak atau kurang diperhatikan,tidak pernah dibina apalagi dikasih uang. Terutama sekolah swasta yang miskin tidak dapat apa-apa,” sesal Retno.

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran(FITRA) meminta DPR merevisi komposisi anggaran antara sekolah biasa dengan sekolah berembel-embel internasional.
“Mumpung masih ada waktu dan RAPBN 2012 belum disahkan, kami meminta DPR menghapus alokasi anggaran untuk sekolah-sekolah bertaraf internasional agar tidak ada lagi ketidakadilan dan diskriminasi bagi orang-orang miskin yang hanya mampu menyekolahkan anaknya pada sekolah standar nasional,” desak Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky.
Sumber :detik.com

Pemerintah Siap Gelar Ujian Nasional 2012


 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.
Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. “Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.

Ia menuturkan, ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang. Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.

Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya. Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.

Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).
Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.
Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Sumber : http://ujiannasional.org

Penggandaan Soal Ujian Nasional Terpusat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan meningkatkan pengawasan dan keamanan terhadap soal Ujian Nasional 2012. Salah satu bentuk peningkatan pengawasan tersebut adalah dengan mengubah sistem penggandaan soal UN menjadi sentralisasi atau terpusat. Pada UN 2011, penggandaan dilakukan di setiap provinsi. Tahun depan, penggandaan soal akan dipusatkan dengan jumlah percetakan tidak lebih dari 10 lokasi.

“Dengan begitu, pengawasannya lebih mantap, dan tingkat keamanan jadi lebih tinggi,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dalam jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, (30/11), Jakarta. Menurut dia, dengan semakin sedikitnya jumlah percetakan, cakupan kontrolnya menjadi lebih sempit, sehingga bisa lebih fokus mengawasi dan mengamankan soal ujian.

Penggandaan soal secara terpusat juga memudahkan pengawasan kualitas percetakan. “Kualitas percetakan nantinya akan menggunakan security printing,” tutur Menteri Nuh. Di setiap lembar naskah UN 2012 akan dicetak tanda tertentu, untuk memberikan ciri, di percetakan mana naskah soal tersebut dicetak. Sehingga jika terjadi kebocoran soal, akan lebih mudah untuk menelusurinya. “Selain itu, sentralisasi percetakan juga telah ditinjau dari aspek ekonomi, cost bisa ditekan,” ucapnya. Selain aspek ekonomi, aspek jarak distribusi juga menjadi pertimbangan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengkaji ulang percetakan di setiap provinsi pada UN 2011 lalu. Ternyata, tidak semua provinsi mencetak naskah soal UN di provinsinya sendiri. Misalnya, Bali mencetak naskah di Jawa Timur. Diharapkan, meskipun penggandaan soal UN 2012 dilakukan terpusat, distribusi naskah tak menjadi hambatan.

Sementara untuk pengamanan distribusi, Kemdikbud akan bekerja sama dengan pihak kepolisian di titik-titik tertentu, seperti di rayon atau tingkat kecamatan. di sekolah yang menjadi lokasi ujian nasional, tidak ada penempatan personil kepolisian untuk menjaga kondisi psikologis anak didik. Ujian Nasional 2012 akan berlangsung pada April untuk tingkat SMA/MA.
Sumber : Kemdikbud

Ada Perubahan Pada UN 2012

Perdebatan mengenai penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2012 telah berakhir. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mohammad Nuh mengumumkan secara resmi bahwa pelaksanaan UN tahun ajaran 2011/2012 ditetapkan pada 16-19 April 2012 untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

“Tak ada lagi perdebatan soal UN perlu atau tidak. UN akan tetap dilaksanakan, tetapi dengan beberapa perubahan dalam mekanisme pelaksanaanya agar lebih baik,” kata Mendikbud Mohammad Nuh kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (30/11).

Ditambahkan, untuk pelaksanaan UN tingkat sekolah menengah pertama (SMP) ditetapkan pada 23-26 April 2012. Dan UN tingkat SD akan digelar paling akhir yaitu pada 7-9 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Nuh menjelaskan, ada empat hal penting sebagai fokus utama agar pelaksanaan UN dapat berjalan dengan baik dan kredibel. Pertama, menjaga keamanan dan kerahasiaan naskah soal UN agar tidak bocor. Seperti tahun sebelumnya, naskah soal dibuat dalam 5 naskah soal yang berbeda-beda. Selain itu, akan dibuat kode rahasia di masing-masing soal yang menjelaskan nama percetakan dan kode wilayahnya.

“Bentuknya seperti barcode yang berisi data masing-masing percetakan. Sehingga jika naskah itu bocor bisa ketahuan dari percetakan mana,” ujarnya.
Kedua, pihaknya harus mengupayakan agar tepat waktu, baik dari sisi distribusi soal, ketepatan jumlah naskah dan ketepatan naskah yang akan diujikan.

Ketiga, kata Nuh, jaminan kelancaran pada saat pelaksanaannya. Para pengawas harus menjalankan tugasnya dengan baik sehingga terjadi proses ujian yang murni. Tak ada lagi guru yang memberi jawaban kepada para siswanya seperti terjadi pada tahun lalu.

Dan yang terakhir, dijelaskan Nuh, meningkatkan sistem evaluasinya. Karena proporsi kelulusan UN menggunakan 60 berbanding 40, maka harus dipastikan nilai sekolah benar-benar murni hasil dari siswa yang bersangkutan.
“Jika keempat dasar itu dilaksanakan maka UN akan berjalan lebih baik. Karena kelulusan UN tetap ditentukan oleh satuan pendidikan yang didasarkan atas hasil ujian sekolah, kelakuan anak baik, dan hasil UN,” ucap Nuh menandaskan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodisaputro menjelaskan, pemberian kisi-kisi soal UN 2012 akan diberikan ke sekolah pada akhir tahun 2011 ini. Hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun depan.
Sumber : Suara Karya

Nilai UN Bisa Dijadikan Syarat Seleksi PTN

 Tahun 2012 hasil ujian nasional (UN) bisa diintegrasikan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Terlebih, hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama.
Hal itu diungkapkan peneliti pendidikan dari Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Drs. Safari, M., P.A.U. kepada wartawan di sela-sela lokakarya pendidikan Kota Bandung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 9, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (28/9).
“Namun pasti atau tidaknya adalah kebijakan pemerintah, saya tidak bisa memastikan,” ungkap Safari.

Dikatakan, keinginan diintegrasikan nilai UN ke PT ini, karena nilai UN-nya sama (standar). Sementara perguruan tinggi negeri hasil ujiannya belum standar. “Inilah yang menjadi dasar, kami menginginkan nilai UN bisa menjadi syarat masuk ke PTN,” tandasnya.
Menurutnya, secara pelaksanaan, UN sudah berjalan lancar dan sempurna. Yang perlu disempurnakan, adalah masalah teknisnya saja, terutama untuk masuk ke PTN.
“PTN harus menerima, karena wacana ini sudah dibicarakan dan disetujui semua pihak,” tambahnya.
 
Menurutnya, dari hasil penelitian, pelaksanaan UN di Indonesia dicemburui negara lain, terutama dari sisi teknis pelaksanaan. Selain itu, standar nilai UN pun sama, yakni 5,5 sekalipun standar nilai UN masih terbilang kecil.
“Di negara lain, seperti Malaysia dan Singapura standar nilai ujian minimal 7,” tandasnya.
Safari menyebutkan, UN untuk mengukur kemampuan siswa yang dilaksanakan secara nasional. Sementara materi yang diujikan adalah minimal pelajaran yang telah diajarkan di sekolah.
“Tidak mungkin materi yang diujikan adalah pelajaran yang tidak diajarkan di sekolah,” katanya.
Adanya yang kontra mengenai UN ini, karena materi yang di UN tidak sesuai dengan yang diajarkan. Safari mengatakan, harusnya sekolah introspeksi, karena para gurunya mengajar tak benar.
 
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi menyebutkan, diintegrasikannya hasil UN untuk masuk PTN memang sudah dibicarakan dan akan diujicobakan pada tahun 2012 mendatang. Namun, memang ada beberapa teknis pelaksanaan yang harus disempurnakan.
“Khusus mekanisme pelaksanaan UN yang diintegrasikan masuk ke PTN,” tambahnya.
Wahyudin mengaku sangat mendukung hasil UN bisa dijadikan prasayarat untuk masuk PTN. “Namun ada beberapa yang harus disempurnakan,” tandasnya.
 
Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Kusmeni Hartadji menilai, pemeritah belum siap mengintegrasikan hasil UN untuk menjadi prasyarat masuk ke PTN. Selain sistem pelaksanaan yang belum sempurna, masih terjadi ketidakjujuran di antara para siswa maupun pengawas dalam pelaksanaan UN.