Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Senin, 09 Juli 2012

Membentuk karakter anak agar menjadi orang yang sukses

agar-anak-sukses

Orang yang sukses di bidangnya, memiliki salah satu karakter yang sama yakni mereka tidak suka menunda dan cepat dalam mengerjakan sesuatu termasuk cepat dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Bagi anda yang punya anak, anda bisa memulai membentuk karakter dasar bagi anak anda dengan membuat suatu kebiasaan-kebiasaan sederhana yang menuntun mereka kelak menjadi orang sukses. Bagaimana itu?

Mulai dari hal yang kecil

Ketika anak kami belajar makan sendiri, kami membiarkan dirinya untuk makan dengan waktu yang cukup lama. Dulunya disuapin sekarang menyendok sendiri tentu membutuhkan penyesuaian dan waktu yang lebih panjang.
Setelah cukup lancar, sekarang si kecil yang sudah TK B ini mulai ‘mengenal’ target lamanya makan. Tujuan kami adalah membiasakan dia untuk mengerjakan segala sesuatu dengan fokus, cepat dan benar.
Lepas benar atau tidak, kami sering melihat orang yang terbiasa makan dengan waktu yang cukup lama maka untuk pekerjaan yang lain dia akan cenderung memakan waktu yang lama juga.
Seperti kata buku (lupa baca dimana), bila ingin lebih sukses cobalah berjalan lebih cepat 25% dari sekarang.
Bila anda praktekkan hal ini dan si kecil merasakan bahwa ini adalah suatu pemaksaaan dan ada resisten atau tolakan dari mereka, itu hal yang wajar. Jangan marah, sadari juga… kalau anda sendiri keluar dari kebiasaan yang ‘nyaman’ sekarang, tentu anda juga merasa tidak enak kan?

Kata buku lagi: “Bila ingin madunya, jangan tendang sarang lebahnya” :)
Untuk setiap pencapaian waktu makan yang cepat selalu berikan pujian, sehingga anak anda akan lebih bersemangat dan merasakan bahwa perjuangannya mendapatkan perhatian dari anda, papa dan mama.

Di awal dan akhir sebelum dia makan, kami selalu mengatakan: “Makan, mandi, belajar dan kerja PR itu tugasmu sendiri. Kerjakan segala sesuatu dengan cepat dan benar. Ntar yang pintar dan dipuji ama guru kan kamu sendiri, ya kan?”

Ini penting agar terekam dalam pikirannya bahwa ini adalah tugasnya dan buat kepentingan dia sendiri, kami satukan dengan bahasa cintanya (bahasa cinta anak kami adalah suka dipuji)
Kami melihat proses yang positif dari semua ini karena itulah papa dan mama disini ingin berbagi tips untuk anda semua, entah untuk anak atau keponakan anda.

Awal mulanya memang ‘dipaksa’ hingga hal tersebut menjadi ‘kebiasaan’ dan dari kebiasaan tersebut kelak bisa menjadi karakter yang melekat. Dan taukah anda kalau anda adalah pembimbing, mentor, motivator dan pelatih yang terbaik buat anak?
Mari kita lakukan dengan segenap hati, kesabaran dan pikiran buat sang buah hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar