Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Sabtu, 10 Desember 2011

Jika Allah Menampakkah Wajah dan Kebesaran-Nya Tanpa Hijab


Kata Pengantar

Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamu ’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam yang telah memberi rezki kenikmatan, kemudahan, kesempatan, kesehatan, hidayah, dan taufik kepada penulis dalam menyusun buku ini.
Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagai rahmat bagi seluruh alam yang telah membawa cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia hingga kita rasakan pada masa sekarang sampai hari kiamat.
Akhir-akhir ini, usaha-usaha untuk mengungkap isi kandungan Al-Qur’an dan hadits berdasarkan realitas sains semakin giat dilakukan oleh para ilmuwan dan peneliti muslim. Bahkan tidak sedikit ilmuwan-ilmuwan barat telah menghabiskan waktunya untuk meneliti dan mengkajinya berdasarkan disiplin ilmu mereka.
Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, banyak hal baru yang ditemukan dalam sains padahal kebenarannya telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam 15 abad yang lalu. Hal ini seperti diungkap oleh Allah dalam firman-Nya :   
“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Qur’an setelah beberapa waktu lagi.” (QS. Shaad (38) : 88)
Bermula dari niat “Iqra’ Bismi Rabbikalladzi Khalaq”, yaitu perintah membaca dengan menyebut nama Allah yang menciptakan. Maka banyak fenomena alam semesta yang terungkap melalui pemaparan sains modern, baik yang tersirat di hamparan alam semesta maupun yang tersurat dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Satu hal yang membuat kepada siapapun takjub tentang keajaiban di dalam Al-Qur’an, karena inilah mukjizat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dapat disaksikan oleh semua manusia hingga hari kiamat. Betapa tidak, satu ayat saja yang dibaca tentang kebesaran Allah maka rentetannya kepada ayat-ayat lain yang saling menjelaskan dan menguatkan.
Dari sinilah penulis terinspirasi untuk menyusun menjadi sebuah buku tentang apa yang dibaca dari tanda-tanda alam semesta yang merupakan kekuasaan dan kebesaran-Nya yang tanpa batas.
Mengungkap kebesaran Allah dalam Al-Qur’an ini sungguh sangat luas. Ratusan bahkan ribuan jilid ensiklopedia tidak akan mencukupi. Pada mulanya penulis hanya menentukan satu topik untuk satu buku, ternyata dalam perkembangannya satu topik ini harus dipisah menjadi beberapa buku bahkan puluhan buku, karena kandungannya yang menarik dan mendetail.
Oleh karena itu, buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku pertama penulis yang diberi judul “Jika Allah Menampakkan Wajah dan Kebesaran-Nya Tanpa Hijab”.
Pada dasarnya lahirnya buku ini karena dorongan dan kemauan penulis untuk menyelesaikannya begitu besar. Terhitung sejak  tahun 2005, penulis mulai melakukan investasi waktu, energi, pikiran dan materi untuk mewujudkannya.
Tersusunnya buku ini juga merupakan akumulasi dari pertanyaan dalam benak penulis sejak kecil, dan juga karena terbatasnya buku dan referensi tentang ilmu pengetahuan Islam yang menyangkut fenomena dan keajaiban penciptaan makhluk yang ada dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Buku yang ada di tangan pembaca ini memuat berbagai informasi penting, menarik, menggugah semangat, membangkitkan kesadaran akan keberadaan kita sebagai hamba Allah di alam semesta.  Tidak lupa pula penulis memuat kisah-kisah inspiratif, motivasi, nasehat dan informasi-informasi ilmiah terbaru yang ada dalam Al-Qur’an, hadits, pendapat para ulama, dan sains modern.
Pada hakikatnya, mengungkap ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an dapat mengajak kita untuk merenung dan tafakur terhadap fenomena dan keajaiban di alam semesta, sehingga menambah keyakinan dan khasanah ilmu pengetahuan kita.
Sebagaimana disebutkan bahwa tafakur sesaat di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Walaupun kita sibuk dengan aktivitas keduniaan kita. Yang petani sibuk di ladangnya, yang pedagang sibuk di pasar dan tokonya, yang pegawai sibuk di kantornya, tetapi masih ada ruang dan waktu untuk selalu tafakur tentang diri kita dan alam semesta.
Sungguh untuk menulis semua kalimat Allah ini sangatlah banyak, bahkan kita tidak akan sanggup untuk menulis dan menghitungnya. Pengetahuan kita pada hakikatnya tidak lebih dari setes air di lautan yang luas.
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Luqman (31) : 27).
Katakanlah : “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi (18) :109).
Tersusunnya buku ini juga tidak terlepas dari peran dan perhatian seorang ibu yang sudah mulai memutih rambutnya. Motivasi yang diberikannya begitu besar. Dialah seorang ibu yang sabar, tangguh dan pekerja keras yang melahirkan, mendidik dan memberi perhatian kepada penulis sejak kecil sehingga menjadi insan sebegaimana adanya. Olehnya itu, buku ini kupersembahkan kepada ibu penulis (Aiba) sebagai budi baik penulis kepadanya.
Olehnya itu, penulis hanyalah manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Semoga dengan adanya buku ini dapat memberikan hikmah dan manfaat dalam kehidupan kita semua. Dan hanya kepada Allah-lah semua urusan dikembalikan, dan semoga kita senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah di jalan-Nya yang lurus. Amin.


Surabaya, 30 Desember 2011


Penulis




Tidak ada komentar:

Posting Komentar