Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Rabu, 08 Februari 2012

Besaran dan Pengukuran

1. Mengukur Panjang
  
Besaran panjang


Panjang didefiniskan sebagai besaran yang menyatakan jarak dua titik. Besaran panjang memiliki banyak nama diantaranya tebal, tinggi, lebar, dan kedalaman. Satuan besaran panjang adalah meter. Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu sekon.
Di lingkungan kita terdapat besaran panjang yang bervariasi mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar. Misalnya dari tebal kertas yang hanya beberapa milimeter saja sampai panjang suatu jalan yang berukuran ribuan kilometer. Dalam fisika, besaran panjang meliputi ukuran mikro sampai makro seperti jarak antar atom sampai jarak antar bintang.
Untuk mengukur besaran yang bervariasi tersebut diperlukan alat ukur yang bermacam-macam pula. Alat ukur panjang yang banyak digunakan diantaranya adalah mistar, rol meter, jangka sorong dan mikrometer sekrup.
 
Cobalah
Besaran panjang menyatakan antara dua . Satuan besaran panjang adalah . Termasuk besaran panjang adalah suatu laut, suatu plat logam. Satu meter adalah sama dengan jarak yang ditempuh dalam waktu sekon. Alat ukur panjang yang paling banyak digunakan adalah mistar, dan skrup
 
Mistar


Mistar adalah alat ukur panjang yang memiliki skala terkecil 1 mm. Mistar ini memiliki ketelitian 0,5 mm yaitu setengah skala terkecil. Ketelitian adalah nilai terkecil yang masih dapat diukur oleh alat ukur.
Mistar banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari, sebagai misal digunakan untuk mengukur panjang suatu meja, kain, buku, ruangan kelas dan lain lain. Untuk mengukur besaran yang nilainya lebih besar lagi digunakan rol meter. Rol meter dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu bidang tanah, ataupun panjang suatu jalan. Skala terkecil dari rol meter adalah centimeter ( cm ).
 

Gambar di atas adalah cntoh hasil pegukuran panjang pensil. Panjang pensil di antara 47 mm dan 48 mm, sehingga skala mistar yang dibaca adalah 47mm. Kelebihannya diperkirakan setengah dari skala terkecil yaitu 0,5mm. Sehingga hasil pengukuran adalah 47,5 mm.
Cobalah
Skala terkecil dari mistar adalah mm. Ketelitian mistar adalah mm. Mistar kurang tepat untuk mengukur panjang dan lebar suatu lapangan, untuk itu digunakan . Batas ketelitian rol meter sama dengan batas ketelitian .
  
  
Jangka Sorong
Dalam bidang teknik, jangka sorong sering digunakan untuk mengukur diameter baut ataupun mur. Secara umum, jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam maupun diameter luar suatu benda berbentuk tabung. Jangka sorong juga digunakan untuk mengukur kedalam suatu tabung.
Jangka sorong terdiri dari bagian yang tetap yang dihubungkan dengan rahang tetap dan bagian yang dapat digeser yang dihubungkan dengan rahang geser. Pada bagian yang tetap terdapat skala utama dengan skala terkecil 1mm. Sedang pada rahang sorong terdapat skala nonius dari 1 sd 10. Panjang 10 skala nonius sama dengan 9mm, sehingga 1 skala nonius sama dengan 0,9mm. Ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm yaitu selisih antara 1 skala utama dengan 1 skala nonius.

Gambar di atas adalah contoh skala hasil pengukuran dengan jangka sorong. Pembacaan skala tersebut adalah mengikuti urutan 1, 2 dan 3 yaitu:
1). Perhatikan skala 0 nonius ini, kemudian tentukan skala utama sebelum 0 nonius.
2). Nomor 2 adalah skala utama sebelum nol nonius yaitu 52 mm
3). Nomor 3 adalah skala nonius yang lurus dengan skala utama, yaitu skala nonius 6. Skala ini bernilai 6x0,1mm =0,6 mm.
Hasil : 52 + 0,6 = 52,6 mm.
Cobalah
Secara umum jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter , luar maupun suatu tabung. Jangka sorong terdiri dari rahang tetap yang terdapat dan rahang geser yang terdapat . Satu skala nonius sama dengan mm. Ketelitian jangka sorong adalah mm. Hasil pengukuran seperti contoh berikut adalah mm.
 
  
  
Mikrometer Sekrup
Mikrometer skrup digunakan untuk mengukur panjang, lebar ataupun diameter benda yang relative kecil. Pada gambar di atas adalah contoh pengukuran diameter bola peluru. Mikrometer sering digunakan untuk mengukur tebal plat logam ataupun diameter silinder kawat.
Mikrometer sekrup terdiri dari silinder tetap dan silinder yang dapat diputar (bidal). Pada silinder tetap terdapat skala utama, sedangan pada bidal terdapat skala nonius. Apabila bidal diputar kanan maka bidal akan maju mendekati nol skala utama atau sebaliknya.
Skala utama mikrometer skrup ditera sehingga skala terkecilnya adalah 0,5 mm. Sedangkan skala nonius dibagi menjadi 50 yaitu dari 0 sampai 49. Mikrometer diset sehingga apabila bidal diputar sekali maka bidal akan maju atau mundur 0,5 mm atau skala nonius berputar 50 skala. Dari seting seperti ini diperoleh:
50 skala nonius= 0,5 mm
atau 1 nonius = 0,01 mm
Contoh di atas adalah skala hasil pengkuran dengan mikrometer skrup. Cara membacanya adalah sebagai berikut.
Nomor 1, menunjukkan skala utama yang tidak tertutup bidal yaitu 3,5 mm.
Nomor 2, menunjukkan skala nonius yang lurus dengan sumbu utama yaitu 27 atau 0,27 mm.
Hasil pengukuran adalah:3,5 mm + 0,27 mm = 3,77 mm
Cobalah
Apabila bidal diputar ke kanan satu kali maka bidal akan maju mm. Pada bidal terdapat 50 skala . Satu skala nonius sama dengan mm. Hasil pengukuran seperti gambar di bawah ini adalah mm.

  
 
Satuan
Satuan panjang adalah meter. Satuan panjang yang lain dinyatakan sebagai berikut
1 m = 103 mm (mili meter) 1 m = 10-3 km (kilo meter)
1 m = 106 μm (mikro meter 1 m = 10-6 Mm (Mega meter)
1 m = 109 nm (nano meter) 1 m = 10-9 Gm (Giga meter)
1 m = 1012 pm (pico meter) 1 m = 10-12 Tm (Tera meter)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar