Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Selasa, 10 April 2012

Cuaca Ekstrim Eropa




Cuaca dingin ekstrem di Eropa
Eropa akan terus diterpa cuaca dingin ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Korban tewas terus berjatuhan di beberapa negara Eropa yang mencapai suhu puluhan derajat di bawah nol.

Tercatat, korban tewas akibat cuaca dingin di benua itu saat ini telah mencapai 90 orang. Daily Telegraph, Rabu 1 Februari 2012, melaporkan korban terbanyak terdapat di Ukraina dengan 43 orang tewas dalam lima hari terakhir.

Di negara ini juga, sebanyak 720 orang dilarikan ke rumah sakit akibat hipotermia atau radang dingin. Sebagian besar korban tewas adalah tunawisma, namun sebagian lainnya adalah penduduk yang kedinginan di dalam rumah.

Ahli meteorologi Brandon Miller mengatakan, cuaca ekstrem masih akan terus terjadi di negara-negara Eropa timur, termasuk Rusia, Romania, Belarus, Polandia, dan Ukraina.
Suhu pada Rabu kemarin terhitung lebih dingin daripada hari-hari sebelumnya. Dilansir CNN, suhu Rabu pagi di Bukares, Romania, mencapai minus 23 derajat Celsius. Biasanya, suhu cuaca pagi di Bukares saat musim dingin hanya mencapai minus empat derajat Celsius.

Suhu di Ukraina saat ini mencapai minus 22 derajat Celsius, namun Kementerian Kesehatan Ukraina memperingatkan kemungkinan penurunan suhu hingga minus 30 derajat Celsius pada akhir pekan.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, pemerintah beberapa negara Eropa mendirikan tenda-tenda hangat untuk membantu penduduk yang tidak memiliki penghangat atau pasokan listrik.

Dinginnya cuaca juga membuat sekolah dan tempat umum lainnya ditutup, serta aliran listrik diputus. Di Turki, pasukan keamanan dikerahkan untuk menjaga agar jalanan tetap bisa dilewati.
Beberapa kejadian salju longsor dilaporkan juga terjadi di Turki. Beberapa pertandingan sepakbola di Italia terpaksa dihentikan akibat cuaca dingin. 

"Cuaca diperkirakan akan tetap sedingin ini untuk sebagian besar daratan Eropa hingga pekan depan, walaupun cuaca akan mulai menghangat di Eropa tenggara dan area Balkan karena pengaruh dari Laut Mediterania," tambah Miller.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar