Selamat Berkunjung

Selamat Berkunjung !
Diharap komentarnya agar lebih bermanfaat, menambah wawasan dan hikmah

Sabtu, 28 Januari 2012

Fenomena Asteroid Raksasa Mirip Planet



alt

















Robot peneliti bertekhnologi tinggi, kini sedang meneliti Vesta—obyek terbesar kedua dalam wilayah asteroid yang memiliki luas 320 mil. Penampakan baru yang dikirim robot peneliti Dawn ini, lebih menyerupai sebuah planet dibandingkan asteroid. Kini ilmuwan menyebutnya sebagai bentuk transisi antara keduanya.

Foto yang telah dikirim Dawn sejak Juli lalu—menunjukkan obyek dengan permukaan kasar itu, lebih unik dibandingkan dengan sistem tata surya yang lebih kecil dan seringan asteroid. Kawah permukaan Vesta memiliki alur, lembah dan berbagai mineral.  “Vesta tidak seperti asteroid lainnya,” ujar ilmuwan Vishnu Reddy dari Peneliti Solar System-Max Planck Institute, Jerman. Temuan baru ini telah dipresentasikan pada pertemuan American Geophysical Union di San Fransisco. 

Gambar ini menggunakan data warna yang diperoleh dari kamera framing peneliti Dawn-NASA—yang menunjukkan bahwa belahan selatan Vesta dalam warna, ditengahnya dalam formasi Rheasivia. Warna berbeda mencerminkan mineral berbeda pada permukaannya. Rheasilivia adalah cekungan dengan ukuran diameter sekitar 290 mil (467 km) dan memiliki gundukan ditengah dengan ketinggian 14 mil (23 km).

Kebanyakan bentuk asteroid menyerupai kentang, namun Vesta lebih mirip dengan alpukat, ujar Reddy David Williams dari Universitas Arizona menyebut Vesta memiliki bentuk transisi antara planet berbatu dan ribuan asteroid yang mengambang di antara Mars dan Yupiter. Asteroid adalah puing sisa lahirnya tata surya sekitar 4,5 milyar tahun lalu, bersamaan dengan terbentuknya planet berbatu lainnya seperti Bumi ini. Dengan meneliti asteroid dapat memberi petunjuk bagaimana sistem perplanetan kita terbentuk.

Misi ini telah menimbulkan sebuah misteri. Sebelum Dawn tiba di Vesta, sejumlah ilmuwan memprediksi bahwa permukaannya memiliki sebuah gunung berapi. Nampak pula ada sebuah bukit di Vesta, namun para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti aliran lava maupun gejala vulkanis.
Williams mengatakan itu kemungkinan sejumlah material vulkanik yang terpendam, sehingga tim akan terus menelusurinya. (Erabaru)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar